Selasa , 21 November 2017

Pamer Kaos PKI, Jubir Menpora Harus Dipecat

Kaos bergambar lambung PKI milik Aninaya Kusuma Putri kembali diungkit.
Kaos bergambar lambung PKI milik Aninaya Kusuma Putri kembali diungkit.

thejak.co  – Putri Indonsia 2015, Anindya Kusuma Putri saat ini menjadi juru bicara (jubir) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pro kontra pun menggema pasca dirinya ditunjuk menjadi jubir. Hal ini disebabkan lantaran ia pernah memakai kaos bergambar palu arit atau lambang PKI yang dilarang di Tanah Air. Ia pun terancam dipecat.

Pro kontra terjadi pasca Anindya Kusuma Putri ditunjuk menjadi jubir menpora Imam Nachrowi. Ada yang tidak setuju dengan penunjukan tersebut. Sebab, Anindya pernah memakai kaos berlambang PKI yang notabene dilarang di Indonesia.

Nama Anindya sempat menjadi perbincangan publik pada bulan Februari 2015 karena mengunggah foto dirinya di akun instagram yang sedang mengenakan kaos merah berlogo palu arit. Logo palu arit juga merupakan logo yang digunakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Saat itu Anindya berkilah dan mengaku bahwa kaos palu arit yang dikenakanya merupakan pemberian sahabatnya yang berasal dari Vietnam.

Menurut Anindya dia mengenal sahabat dari Vietnam itu lewat pertukaran pelajar. Sesuatu hal yang biasa jika peserta pertukaran pelajar yang berbeda negara saling memberi hadiah berupa souvenir khas negara masing-masing.

Sejumlah warga dunia maya mengecam penunjukan tersebut karena mereka menganggap tidak etis bila salah satu badan pemerintah melantik salah seorang yang pernah memakai baju palu arit sebagai juru bicara.

“Nah, yang begini nih yang mereka mau!! Semua dimasukin jadi pengurus. Lagaknya NKRI banget, ujung-ujungnya semuanya udah merah. Yang putih dicampakkan, plang kuning disematkan. Alhasil, NKRI tinggal cerita…Waspadalah saudaraku!!!,” tulis salah satu netizen bernama Saifuddin Zakaria.

“Saya baru tahu kalau Anindya Putri yang pernah viral pakai kaos PKI jadi jubir Menpora Nahrowi,” ujar Budi Hidayat.

“Rezim Komuniskah?,” tanya Adi Supriadi

“Makin parah saja bangsa ini, dimana mana ada simbol PKI,” seru Bahrum Zain.

“Hayo yang bela pki siap2 kena bantai …. tunggu tanggal mainnya ente2 semua komunis..udah sering di bilang bahaya laten komunis telah lahir kembali neo pki. barangsiapa yang bilang pki tidak ada berarti dialah termasuk dari pki itu. ente sehat mau laga argumen para pki????,” sebut Rizki Kiki Nauval.

“Harus Dipecat rezim PKI”, tulis Anthea_ An.

Bahkan ada beberapa netizen yang kesal kepada menteri Menpora Imam Nachrowi lantaran ditahannya anggaran pramuka yang jelas-jelas untuk membina karakter bela negara namun lebih memilih orang yang memakai kaos PKI.

“Menpora mempermasalahkan Adhyaksa Dault yg prnh kontak dgn HTI. Dia lupa Jubir Menpora, Anindya Putri pernah pakai kaos palu arit,” komentar akun @frans_surya.

Bisa Bikin Amburadul

Kemenpora menunjuk juru bicara baru. Dia Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri. Kursi juru bicara Kemenpora memang sedang lowong. Itu setelah Gatot S. Dewa Broto naik jabatan sebagai Sekretaris Menpora.

Anindya dipercaya sebagai pengganti Gatot dengan beberapa alasan. Selain sebagai pesohor, Anindya juga pernah menekuni bulutangkis saat masih remaja. Dia bergabung dengan mantan atlet bulutangkis. Klubnya saat itu adalah PB Remaja Semarang.

Proses penunjukkan itu bermula dari saat Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, bersama-sama Anindya bertugas sebagai juri Putri Indonesia. Obrolan pun berlanjut dengan perekrutan Anindya sebagai bagian Kemenpora.

Awalnya, Anindya tak menyangka bakal didapuk sebagai juru bicara Kemenpora. Malah, dalam prosesnya kemudian dia juga ditunjuk sebagai duta Ayo Olahraga.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Center Budget and Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi justru menpertanyakan maksud Menpora Imam Nachrowi.

“Sekarang ini, apasih kelebihan dia menjadi jubir?. Dia itu biasa-biasa saja. Atau jangan-jangan Menpora menjadikan dia jubir karena kecantikannya saja,” ucap Uchok.

Padahal kata Uchok, Menpora seharusnya bisa mencari orang yang lebih layak menjadi jubirnya daripada memilih Anindya. “Ini kayanya Kemenpora mengangkat Anindya untuk pencitraan semata.

Padahal kalau mau institusinya baik, mending nggak usah mengangkat (Anindya) menjadi Jubir. Cari orang yang ahli dong,” tegas Uchok.

Karena Uchok menilai, jika saat ini Kemenpora adalah lembaga yang sarat dugaan korupsinya kuat. “Kemenpora itu banyak dugaan korupsinya, Amburadul. Maksudnya apa angkat anindya? Biar semua keliatan cantik?,” sindir Uchok.

Jika Menpora ingin mencari sosok wanita cantik dan pintar, Uchok justru menyarankan agar kader PKB itu mencarinya di Fatayat NU. “Kalau pengen cari wanita cantik dan pintar banyak disitu, dibanding Anindya. Ini yang ada nanti lembaganya makin amburadul,” tandas Uchok.

Sementara anggota Komisi X DPR Venna Melinda merasa dipilihnya Anindya menjadi jubir Menpora adalah suatu yang wajar. Terlepas dari pergunjingan dirinya pernah memakai atribut PKI, politisi Partai Demokrat ini meyakini jika wanita yang akrab disapa Anin itu berhasil lolos saat tahap interview.

“Intinya, Anin sudah melewati sistem birokrasi sebagai salah satu staf khusus Menpora. Itu legal. Artinya, dia sudah ikut tes dan semua lolos,” ucap Venna.

Menurutnya, tudingan jika Anin tidak pantas menjadi jubir Menpora adalah suatu yang aneh. “Pastinya pihak Kemenpora sudah punya SOP sendiri dalam menyeleksi orang. Terkait hal yang pernah menyangkut Anin, pastinya sudah di jelaskan oleh dirinya kepada pihak Kemenpora,” tegas Venna.

Akan tetapi, Venna berharap hadirnya Anin di Kemenpora bisa membuat baik lembaga tersebut. “Sekarang yang kita harapkan, Anin bisa menjaga nama baik institusi tersebut,” tandas Venna. DED

 

Share

Check Also

JENNIFER DUNN DIHINA NETIZEN

thejak.co – Usai dilabrak dan dijambak anak Faisal Haris, Shafa Aliya di tempat umum, aktris ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *