Selasa , 21 November 2017

PT 20 Persen Dinilai Bisa Sengsarakan Partai Kecil

Ilustrasi pemilu.
Ilustrasi pemilu.

thejak.co – Keputusan Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) 2019 yang memutuskan ambang batas calon presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen justru membuat gaduh.

Peneliti Perludem, Fadil Ramadhanil, menilai PT 20 persen hanya akan melahirkan calon tunggal pada Pilpres 2019 mendatang. Menurut dia, PT 20 persen membuat partai menengah dan kecil tidak bisa meraup suara untuk mencalonkan seorang presiden.

Karena untuk mendapatkan 20 persen dari suara butuh usaha keras. “Bisa saja kalau nanti seluruh Parpol sepakat satu aja ya bisa calon tunggal,” ujar Fadil di Jakarta, kemarin.

Satu usulan Perludem untuk menghindari calon tunggal adalah membatasi kuota partai di dalam Pilpres. Sehingga kesempatan berkoalisi sesama Parpol bisa terjadi.

“Ini kita usulkan agar tidak ada calon tunggal. Makanya untuk mengatasinya perlu aturan ketat,” ujar Fadil.

Lebih lanjut Fadil mengatakan, selama semua partai politik bisa mendapat kesempatan mencari suara sampai 20 persen, potensi calon tunggal presiden tetap ada. “Ada saja paslon tunggal ketika ruang itu tidak dibatasi,” tandas Fadil.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pihaknya sama saja bunuh diri jika menyetujui UU Pemilu. “UU Pemilu kan sudah saya sampaikan, PAN itu memang berbeda dengan yang lain-lain.

Kemarin kami tersebar merata, karena ini menyangkut nasib partai. Kita bersama-sama sudah sampaikan kuota hare itu permintaan salah-satunya PAN, tetapi saint lague murni. Kalau saya mendukung saint lague itu artinya PAN bunuh diri,” ujar Zulkifli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin. DED

Share

Check Also

Bersaing di Dunia Global, Sekjen MPR Dorong Generasi Muda

thejak.co – Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono pada Ahad pagi (18/11/2017), meninjau dan menyaksikan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *