Senin , 25 September 2017

REBUTAN KANTOR PPP, MARKAS DJAN FARIDZ DILEMPARI BATU

Kantor PPP kubu Djan Faridz di Jalan Diponegoro,Jakarta Pusat,yang dilemparin batu oleh oknum kader PPP.
Kantor PPP kubu Djan Faridz di Jalan Diponegoro,Jakarta Pusat,yang dilemparin batu oleh oknum kader PPP.

thejak.co – Kisruh dualisme ditubuh DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali terjadi. Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (16/7) dini hari diserang puluhan massa.

Wakil Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, menceritakan  kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, kata Humphrey, sekitar 80 orang memaksa masuk ke dalam kantor yang masih ditempati oleh PPP kubu Djan Faridz.

Mereka mengaku anggota angkatan muda Ka’bah PPP Kubu Muhammad Romahurmuziy, ketua umum PPP hasil Muktamar Surabaya. Humphrey menyebut, seorang di antaranya merupakan pengacara Romahurmuziy.

“Namanya Hadrawi, itu datang membawa berkas-berkas enggak tahu isinya apa,” kata Humphrey, saat dihubungi, Minggu (16/7).

Humphrey melanjutkan, lima petugas keamanan yang tengah berjaga mencoba menghalangi massa. Namun, mereka tetap memaksa masuk dan mencoba merobohkan pagar.

“Karena mereka (para penjaga) bertahan, terjadilah pelemparan batu, memecahkan kaca di depan dan samping gedung, kemudian ada salah satu penjaga dipukul pakai batu dan pelipisnya luka,” kata Humphrey.

Setelah itu, lanjut Humphrey, Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba bersama sejumlah anggota kepolisian tiba di kantor DPP PPP.

“Bantuan dari Brimob juga datang. Juga dari unsur kantor PPP yang berjaga datang,” kata Humphrey.

Humphrey mengatakan, saat itu Kapolsek Tebet mengingatkan kepada kelompok tersebut untuk tidak membuat kericuhan. Jika ada hal-hal yang harus diselesaikan, maka sedianya tidak dilakukan pada dini hari.

Kapolsek Menteng, kata Humphrey, kemudian meminta massa menjauh dari kantor DPP PPP.

“Tapi mereka sempat mengatakan akan datang lagi dengan banyak orang,” kata dia.

Pada pukul 03.00 WIB situasi sudah kembali kondusif. Kepolisian menjaga lokasi hingga saat ini. Humphrey mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Pusat.

Terkait kejadian ini, PPP kubu Romahurmuziy menepis tuduhan yang menyebut pihaknya sebagai aktor intelektual di balik penggerudukan Kantor DPP PPP. Penggerudukan tersebut merupakan suara akar rumput partai yang meminta PPP Djan Faridz untuk berhenti menduduki kantor DPP PPP.

“Pak Romi tidak tahu soal peristiwa itu, kami semua tahunya banyak kader yang jengkel karena Djan CS sudah diminta baik-baik tidak pernah respon,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PPP Kubu Romi, Arsul Sani kepada wartawan, Minggu (16/7).

Arsul mengatakan, satu-satunya legalitas kepengurusan PPP Djan Faridz adalah putusan kasasi Mahkamah Agung nomor 601/2015 dan tidak pernah mendapatkan SK Menkumham. Putusan kasasi tersebut telah dibatalkan MA dengan putusan PK No. 79/2017 pada Juni 2017 lalu.

“Sehingga tidak ada lagi apapun yang dimiliki oleh Djan Faridz CS untuk terus mengklaim diri sebagai pengurus DPP PPP dan menduduki kantor pusat PPP di Jalan Diponegoro tersebut,” katanya.

“Bahwa selain dibatalkannya legalitas Djan Faridz cs tersebut oleh putusan PK MA tersebut, PT TUN Jakarta juga menolak gugatan Djan Faridz cs untuk membatalkan SK Menkumham tentang kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede 2016 di bawah Ketua Umum H.M.

Romahurmuziy (Romi). Sehingga SK Menkumham tentang kepengurusan DPP PPP di bawah Romi tersebut sah sepenuhnya,” jelasnya.

Atas dasar putusan tersebut suara akar rumput dan jajaran PPP meminta PPP Romi untuk menyurati Djan Faridz. Mereka meminta Djan Faridz menyerahkan kantor DPP secara baik-baik ke PPP Romi selambat-lambatnya seminggu sebelum Lebaran Idul Fitri 2017, dan berhenti memecah belah partai dengan mengaku sebagai DPP PPP. DED

Share

Check Also

Akun Medsos Egy Maulana Vikri Diretas, Pelaku Dituding Dengki

thejak.co – Tak hanya panen gol dalam ajang Piala AFF 2017, Egy Maulana Vikri juga panen ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *