Sabtu , 25 November 2017

Soal Penyimpangan Saham, Menteri Rini Diminta Bentuk Tim Investigasi

rini
thejak.co – Kasus dugaan penyimpangan akuisisi 99,5 persen saham PT Simpatindo Multi Media (SMM) senilai US$ 32 juta oleh Tiphone pada kuartal I-2015, terkait pendanaan akuisisi diambil dari hasil penjualan sebanyak 25 persen saham Tiphone kepada PINS Indonesia senilai Rp1,39 triliun di tahun 2016 yang diusut oleh Kejaksaan Agung masih belum jelas hasilnya.
Padahal kasus proses Akuisisi Simpatindo oleh Tiphone dengan menggunakan dana PINS sebagai anak Perusahaan Telkom ditengarai merugikan negara ratusan miliar. Kejaksaan pun telah memanggil beberapa pihak yang mengetahui proses transaksi tersebut. Karenanya, Koordinator Indonesia Telco Watch Ahmad Fikri mempertanyakan belum adanya perkembangan berarti penanganan kasus tersebut.
“Dihentikan atau dilanjutkan. Atau sengaja di peti es kan oleh Kejaksaan Agung secara sengaja. Ini makin menunjukan betapa ketidakberesan kinerja Kejaksaan Agung dalam hal pemberantasan korupsi di Telkom,” katanya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jum’at (14/7).
Dia menilai ada keanehan dalam penanganan kasus tersebut. Yang paling aneh lagi, lanjut dia, saat ini PT Telkom akan berencana menambah kepemiliikan saham di Tiphone dengan mengelontorkan trilyunan rupiah, padahal kinerja Tiphone kurang meyakinkan dan alias kinerja nya kurang bagus.
“Rencana anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), yaitu PT Pins Indonesia menambah saham di PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) sangat aneh Karena Tidak mempertimbangkan berbagai aspek hukum terkait dengan dugaan penyimpangan akuisisi Simpatindo oleh Tiphone,” ketusnya.
“Dari sisi aksi korporasi, rencana Pins menjadi mayoritas di TELE cukup menjanjikan karena akan lebih  menguntungkan pihak Tele. PT Telkom terlihat sangat tidak memperhatikan faktor kehati hatian dan tidak memastikan bahwa persoalan internal TELE yang  bersih dari sengketa bisnis,” lanjutnya.
Ahmad Fikri kemudian mendesak Jaksa Agung untuk mempetieskan kasus Pembelian saham Tiphone oleh PT Telkom. Sebab dia  menduga ada pembelian saham itu syarat akan persekongkolan busuk antara pemilik Tiphone dengan oknum petinggi Telkom sehingga mereka berani melanggar prosedur.
Tak hanya itu, dia juga mendesak Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membentuk tim investigasi demi meyelidiki dugaan aksi korporasi jahat yang dilakukan oleh Telkom.
“Indonesia Telco Watch mendesak Menteri BUMN untuk menghentikan dan mengagalkan rencana Telkom untuk kembali menambah saham kepemilikan di Tiphone karena Kasus hukum Tiphone belum selesai agar Tidak menambah kerugian Telkom,” pungkasnya.(DED)
Share

Check Also

7 Juta Jiwa Terancam Gagal Nyoblos di 2019

thejak.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, berharap masyarakat yang sampai saat ini belum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *