Rabu , 30 Agustus 2017

Titiek Soeharto Punya Peluang Besar Jadi Ketua Umum Golkar

Putri Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI), Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto berpeluang besar menjadi ketua umum Partai Golkar.
Putri Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI), Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto berpeluang besar menjadi ketua umum Partai Golkar.

thejak.co – Putri Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI), Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dinilai mempunyai peluang besar untuk menjadi ketua umum Partai Golkar. Hal ini menyusul ditetapkannya Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto sebagai tersangka kasus megakorupsi e-KTP.

“Kalau Setya Novanto lengser atau diberhentikan, maka Mbak Titiek Soeharto punya kans besar untuk mengambil alih pucuk pimpinan ketua umum Golkar,” ujar anggota Dewan Penasihat Pemuda Tani HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), Robertho Manurung.

Kepada TheJak, di Jakarta, kemarin, ia mengatakan, dari beberapa nama kader beringin yang layak menjadi ketua umum Partai Golkar, Titiek Soeharto merupakan salah satu kandidat terkuat. “Beliau (Mbak Titiek) ini putri Cendana yang sangat pantas menjadi ketua umum Golkar dengan sejumlah alasan,” cetusnya.

Tokoh pemuda Kosgoro ini menyatakan, alasan itu di antaranya, Mbak Titiek adalah penerus atau merupakan trah Cendana/Soeharto yang juga pendiri Golkar. “Mbak Titiek ini bisa sebagai roh pemersatu di Golkar,” ungkapnya.

Alasan lain, menurut mantan wakil ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah ini, Mbak Titiek, statusnya sebagai srikandi Golkar tentu bisa mendorong kuota perempuan 30 persen. “Ini sangat penting. Dan perempuan itu lebih bisa menyejukkan bila beliau memimpin Golkar yang belakangan ini banyak diterpa konflik internal,” tegasnya.

Alasan lainnya, imbuh Robertho, Mbak Titiek saat ini adalah anggota DPR yang sudah memiliki modal kuat di politik dan tentu mempunyai kekuatan jaringan luas, finansial kuat. “Dan merupakan figur Jawa yang mewarisi kepemimpinan Soeharto,” paparnya.

Saat ditanya, apakah Titiek bila menjadi ketua umum Partai Golkar, akan bisa naik atau maju sebagai capres atau cawapres? Robertho menandaskan, hal itu sangat mungkin terjadi. “Tapi, menurut saya, beliau lebih pas cawapres dulu. Bisa jadi mendampingi Jokowi di 2019. Yang penting, beliau ambil alih Golkar dulu,” ungkap Robertho.

Sementara itu, politisi senior Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan bahwa saat ini tidak menutup kemungkinan bagi putri Presiden ke-2 RI, Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto untuk memgambil alih Partai Golkar menggeser Novanto. “Sangat berkemungkinan,” jawab Fadel saat ditemui di sela-sela rapat pleno Fraksi Golkar, Selasa sore lalu (18/07/2017).

Setelah Setya Novanto ditetapkan tersangka kasus e-KTP oleh KPK, banyak desakan dari sejumlah kader Partai Golkar, agar ia mundur dari ketua umum partai berlambang beringin itu. Seperti yang diungkapkan Ketua Generasi Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia yang mendesak agar Setya Novanto segera lengser dari pucuk pimpinan Partai Golkar.

Doli bahkan menghendaki agar segera ada perubahan pucuk kepemimpian di tubuh beringin. Hal ini menurutnya demi menyelamatkan citra partai dalam menghadapi pilkada serentak 2018 dan Pileg 2019.

“Pilihannya itu mau disibukkan dengan urusan orang per orang di Golkar atau bicarakan agenda besar penyelamatan partai,” ujarnya melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis (20/07/2017). AGS

Share

Check Also

Aksi massa SPTI di Kebun Tandun PTPN V beberapa waktu lalu.

SPTI Desak Menteri BUMN Bubarkan Kontraktor di PTPN V

thejak.c0 –  Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) mendesak Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membubarkan sekelompok ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *