Kamis , 19 Oktober 2017

DPRD Sebut Kontraktor Koridor 13 Salahi Aturan

Anggota Komisi D DPRD DKI saat meninjau pembangunan koridor 13 beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi D DPRD DKI saat meninjau pembangunan koridor 13 beberapa waktu lalu.

thejak.co – Dewan di Kebon Sirih menyebut pembangunan koridor 13 menyalahi aturan karena pengerjaannya molor dari jadwal . BPK pun didesak melakukan audit investigasi.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Abdul Ghoni mengatakan, pembangunan koridor 13 rute Ciledug-Tendean harus diperiksa oleh penegak hukum.  Untuk itu, ia meminta Pemprov DKI menunda rencana peresmian pada Rabu (16/8) mendatang.

“Infrastruktur sarana dan prasarana koridor 13 belum siap. Jangan paksakan peresmian tanggal 16 Agustus,” kata Ghoni saat dihubungi, Rabu (9/8).

Menurut anggota Komisi D DPRD DKI ini, sebelum diresmikan, proyek pembangunan koridor 13 harus lebih dulu diaudit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Bahkan Kejaksaan Agung perlu turun tangan. Karena kami menemukan inidikasi pelanggaran dalam proyek pembangunan infrastruktur Transjakarta koridor 13,” tegas Ghoni.

Ghoni mengharapkan aparat penegak hukum memeriksa kontraktor koridor 13, yakni PT Adikarya dan 8 perusahaan lainnya.

Pasalnya sembilan kontraktor  itu sudah menyalahi aturan kontrak kerja sama yang sudah disepakati oleh Pemprov DKI dan kontraktor.

Dalam MoU seharusnya diselesaikan pada akhir Desember 2016. Namun pada kenyataannya hingga kini waktu yang sudah ditetapkan tidak kunjung selesai pengerjaannya.

Selain itu, hasil peninjauan yang dilakukan di lapangan, pengerjaan halte dan jembatan untuk pengguna busway tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Dengan anggaran Rp 2,5 triliun, pengerjaan infrastruktur harusnya sesuai dengan harapan. Apalagi kita juga menemukan adanya sejumlah tangga yang disediakan untuk pengguna busway tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Bisa dibayangkan jika pengguna usia 60 tahun harus menaiki tangga setinggi 15-20 meter. Harusnya dengan anggaran Rp 2,3 triliun bisa digunakan fasilitas eskalator untuk pengguna busway,” papar Ghoni.

Belum lagi, Ghoni juga menemukan adanya persoalan besi penyanggah yang digunakan untuk jembatan pengguna busway. Dikhwatirkan, akan mengalami masalah disaat angin kencang dan hujan deras datang.

“Penopang jembatannya kami lihat sangat mengkhawatirkan karena agak bergoyang ketika kami berada diatas jembatan. Dan itu sangat berbahaya. Salah satunya tangga di depan Mabes Polri,” cetus Ghoni.

Diketahui, Transjakarta koridor 13 yang melayani rute Ciledug-Tendean, Jakarta Selatan, akan diresmikan 16 Agustus 2017 atau sehari sebelum perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

“Awalnya mau 17 Agustus, tapi karena 17 agustus ada event besar juga, peresmian Simpang Susun Semanggi oleh Pak Presiden, jadi kami menjadwalkan peresmian Kantor 13 itu satu hari sebelumnya,” kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/8).

Budi mengatakan, sebelum diresmikan, Transjakarta akan melakukan uji coba dengan mengangkut penumpang beberapa hari sebelum peresmian.

“Kami rencanakan Senin (14/8) minggu depan sudah bisa mengangkut pelanggan, dari Ciledug ke Jakarta. Pelanggan yang masuk sudah diharuskan membayar seperti biasa,” kata dia.

Uji coba Koridor 13 rute Ciledug-Tendean sebetulnya sudah dilakukan sejak Mei lalu. Sebanyak 20 bus tanpa mengangkut penumpang telah beberapa kali melintasi rute itu, baik di siang hari maupun malam hari.

Uji coba itu, kata Budi, dilakukan agar para pengemudi terbiasa mengemudikan bus di atas Jalan Layang Non Tol (JLNT) sepanjang 9,4 kilometer tersebut. Uji coba dengan penumpang akan dilakukan dari pukul 05.00 WIB hingga 19.00 WIB. BCR/AZS

Share

Check Also

Anies-Sandi Diberi Mandat Hentikan Proyek Reklamasi

thejak.co – Pemprov DKI berjanji akan menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Keputusan itu merupakan mandat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *