Selasa , 22 Agustus 2017

Gara-gara Umroh Gratis Bareng First Travel, Syahrini Bakal Dibui

Syahrini memposting foto di kantor Fist Travel sebelum berangkat umroh.
Syahrini memposting foto di kantor Fist Travel sebelum berangkat umroh.

thejak.co – Penangkapan bos Firts Travel yang merupakan pasangan suami istri, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasary Menyeret artis Syahrini. Pelantun ‘Sesuatu’ ini akan dipanggil Bareskrim Polri terkait umroh gratisnya dengan First Travel.

Biro perjalanan umrah First Travel ternyata pernah memberangkatkan sejumlah artis ternama. Antara lain Julia Perez atau almarhum Jupe, Syahrini, hingga Ria Irawan. Saat itu ia menunaikan ibadah umrah dengan fasilitas VIP bersama artis Ria Irawan.

Sedangkan penyanyi Syahrini mengajak anggota keluarga dan asisten rumah tangganya. Wanita berusia 34 tahun ini pergi umrah bersama 18 keluarganya dengan fasilitas VVIP.

Kepergiannya ke Tanah Suci Mekkah dengan difasilitasi First Travel pernah diunggahnya di akun media sosialnya pada 26 Maret 2017 lalu.

Bismillahirahmanirrahim, memenuhi panggilan-Mu mengunjungi Rumah Allah SWT, Makkah” tulis Syahrini, lengkap dengan tanda pagar (tagar) VVIP First Travel Umrah.

Pada situs resmi First Travel, tidak tercantum keterangan harga untuk paket umrah dengan kelas VVIP. Namun, untuk kelas VIP, perjalanan umrah ini dibanderol dengan harga Rp 54 juta.

Dengan biaya sebesar itu, fasilitas yang didapatkan, di antaranya penerbangan kelas utama dengan maskapai penerbangan nomor satu, hotel bintang lima, yakni Hotel Dar Tawhid Intercontinental (Makkah) dan Hotel Intercontinental (Madinah). Selain itu, bus eksekutif atau mobil pribadi, tur Makkah dan Madinah, air zam-zam lima liter, dan perlengkapan umrah.

Jika dilihat dari harga tersebut, kemungkinan kelas VVIP akan dipatok dengan harga yang lebih tinggi. Dan fasilitas yang diperoleh pun lebih banyak.

Sebelum berangkat umroh, Syahrini sempat melakukan jumpa pers bersama Anniesa Desvitasary. Di kesempatan itu, Syahrini mengatakan alasannya memilih First Travel sebagai biro perjalanan reliji.

“First Travel perusahaan besar. Sudah teruji. Berizin resmi dan profesional. Aku kenal baik dengan Pak Andika (pemilik First Travel) dan istrinya. Jadi, kita sudah seperti keluarga. Ya, aku pilih travel ini salah satunya, ya, karena itu tadi,” ujarnya kala itu.

Sementara Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, mungkin akan ada calon tersangka lain yang juga berperan dalam kasus ini.

“Untuk calon tersangka bisa saja, nanti dilihat peran masing-masing orang, besar atau tidak,” kata Martinus Sitompul di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (10/8).

Tak hanya soal penipuan, Polri juga akan menelusuri ada-tidaknya tindak pidana pencucian uang untuk menelusuri aset-aset tersangka.

“Dengan TPPU, kita bisa telusuri aset. Misal dia punya bank apa saja. Bank A misalnya, kita blokir, baru kita sita. Itu dengan TPPU. Kalau cuma dengan (pasal) penipuan, penggelapan, tidak bisa,” ujar Martinus.

Nantinya aset kedua tersangka akan disita. Martinus meyakinkan hanya aset yang berhubungan dengan tindak pidana penipuan saja yang akan disita, sedangkan yang berkaitan dengan hasil bisnis lain tidak.Sementara itu, untuk mengembalikan uang jemaah, hal itu akan diputuskan pengadilan.

Dalam kasus ini, Polri menjerat kedua tersangka dengan Pasal 55 juncto Pasal 378 (penipuan) dan 372 (penggelapan) KUHP serta UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE. Polisi masih mempelajari kasus itu dengan pasal pencucian uang.

Modus Firts Travel Tipu Ribuan Jamaah

Tim penyidik Bareskrim Polri mengungkap modus penipuan oleh PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel untuk mendapatkan calon jemaah umrah. Mereka rata-rata tergiur dengan murahnya ongkos ibadah umrah di Arab Saudi yang ditawarkan First Travel.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak mengatakan, selama ini First Travel menjaring korban dengan cara mengumbar penawaran biaya umrah murah. Penawaran ini dipromosikan First Travel dari seminar-seminar yang digelar.

“Kemudian mereka menawarkan layanan perjalanan umrah dengan macam-macam paket,” kata Herry.

Paket umrah yang ditawarkan dibagi dalam tiga kelas. Paket kelas satu dipatok hanya Rp 14,3 juta. Lalu, untuk kelas kedua atau reguler dipatok sebesar Rp 25 juta. “Sedangkan paket VIP (Very Important Person) Rp 54 juta,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, banyak agen yang direkrut First Travel mendapatkan jemaah atas promo yang ditawarkan. Menurut Rudolf, sebanyak 70 ribu bakal dijanjikan berangkat dan mulai melakukan pembayaran.

“Jadi jamaah yang sudah mendaftar dan membayar itu 70 ribu orang. Cukup besar ya dan hanya 35 ribu yang berangkat. Sisanya 35 ribu jemaah tidak bisa berangkat dengan berbagai alasan,” kata dia.

Berdasarkan hitung-hitungan kasar sementara oleh kepolisian, kerugian yang ditaksir puluhan ribu calon jemaah bisa mencapai Rp 500 miliar.

Hal itu setelah dihitung perkalian jumlah jemaah yang gagal sebanyak 35 ribu orang dengan tarif promo Rp 14,3 juta. “Maka kerugian mencapai Rp 550 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah agen yang menjadi mitra dan rekanan First Travel menyambangi kantor Bareskrim Mabes Polri yang sementara bertempat di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, kemarin.

Mereka menolak penetapan tersangka dan penahanan terhadap Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, yang juga direktur di perusahaan tersebut.

Salah satu perwakilan agen, Nurmaemunah menilai, penahanan terhadap Andika Surachman dan istrinya itu akan membuat para calon jemaah dari agen-agen di bawah First Travel batal berangkat ke Tanah Suci.

Oleh karena itu, mereka meminta polisi membebaskan keduanya. “Seluruh agen dan PIC (person in contact) meminta Anniesa dan Andika dibebaskan untuk mengurus jemaah yang akan diberangkatkan pada bulan November 2017,” kata Nurmaemunah.

Selain itu, kata Maemunah, para agen di bawah First Travel juga berharap agar Kementerian Agama mencabut Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 589 Tahun 2017 tentang Penjatuhan Sanksi Administrasi Pencabutan Izin Penyelenggaraan PT First Anugerah Karya Wisata sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, yang berlaku sejak 1 Agustus 2017.

Para agen tersebut membuat petisi dalam bentuk spanduk yang bertanda tangan para pemilik agen di bawah First Travel. Perwakilan agen tersebut mengaku mewakili 128 agen, 44 PIC di seluruh Indonesia, dengan total sekitar 28.000 jemaah.

Maemunah mengatakan, petisi tersebut disampaikan ke pihak Bareskrim. “Saya kasih petisi ke polisi, minta Andika dan Anniesa dibebaskan,” kata dia. ADT

Share

Check Also

go jek demo

Larangan Motor Meluas, Ojek Online: Mau Makan Apa Kita

TheJak-Larangan motor dibeberapa ruas jalan ibukota bakal mendapatkan penolakan keras. Pasukan ‘Salam 1 Aspal’ meminta ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *