Senin , 21 Agustus 2017

Gawat, Pelantikan Anies- Sandi Terancam Gagal?

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat kampanye akbar di Pilgub DKI 2017 lalu.
Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat kampanye akbar di Pilgub DKI 2017 lalu.

thejak.co – Pasangan Gubernur dan Wakil gubernur DKI terpilih, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno akan dilantik 15 Oktober mendatang. Namun, dua bulan jelang pelantikan, ditengarai akan banyak manuver dari pihak-pihak tertentu yang bisa membuat molor. Gawat…

Direktur eksekutif komite pemantau dan pemberdayaan parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu mengungkapkan semenjak kemenangan Anies-Sandi di pemilihan gubernur (pilgub) DKI 2017,  skenario politik yang dimainkan pihak-pihak tertentu sangat sulit dibaca masyarakat atau pengamat politik.

“Salah satu skenario tersebut adalah wacana pemindahan ibukota negara. Wacana ini sengaja dimunculkan untuk memuluskan keinginan-keinginan konglomerat-konglomerat yang mendukung pihak-pihak tertentu tersebut,” ujarnya kepada The Jak kemarin.

Kemudian, lanjut Tom perombakan pejabat dilingkungan Pemprov DKI yang dilakukan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat beberapa waktu lalu.

”Padahal secara aturan tidak boleh dilakukan tetapi tetap dilakukan. Ada apa ini? Semua ini diduga dilakukan untuk ‘membuat tidak nyaman’ Anies-Sandi saat memimpin DKI,” bebernya.

Dan yang paling anyar, lanjut Tom yakni kasus-kasus lama yang diduga melibatkan Anies-Sandi  yang sudah selesai secara hukum dimunculkan kembali ke hadapan publik.

“Dari sejumlah indikasi-indikasi yang saya sebutkan diatas, membuktikan ada pihak-pihak tertentu yang ingin membatalkan pelantikan Anies-Sandi Oktober mendatang,” ujarnya lagi.

Menurut Tom, dari kondisi ini tidak ada yang bisa dilakukan Anies-Sandi selain berdoa dan menjaga sikap dan ucapan setiap hari.

“Jangan sampai Anies-Sandi membuat blunder,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik mengungkapkan kekhawatiran akan mundurnya jadwal pelantikan gubenur-wakil gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno  dari 15 Oktober mendatang.

Pasalnya, 15 Oktober dalam kalender tanggalan 2017, bertepatan dengan hari Minggu yang berarti hari libur nasional.

“Yang kita khawatirkan gubernur tidak bisa di hari Minggu. Tentunya dalam UU harus ada pelaksana tugas (Plt) gubernur selama 1 hari,” ujarnya kepada Thejak, kemarin.

Kata wakil ketua DPRD DKI itu, Plt bertugas sebagai pelaksana tugas dalam satu hari. Dengan begitu, Mendagri harus menyiapkan orang untuk ditempatkan sebagai pengganti gubernur meski hanya 1 hari.

“Kalau ada yang sifatnya sangat urgen di tanggal 15 tentu harus dilaksanakan oleh Plt,” jelasnya.

Karenanya, lanjut Taufik perlu ada tindakan cepat dalam penjadwalan pelantikan Anies-Sandi. Pihak sekwan harus memastikan jadwal presiden. DRI/SOF

Share

Check Also

fraksi

Jelang Pelantikan Anies-Sandi Fraksi Banteng Rombak Formasi

thejak.co – Pasca kekalahan pasangan Ahok-Djarot di pilgub DKI 2017 lalu, PDI Pejuangan (PDI-P) mulai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *