Senin , 25 September 2017

Jokowi Bakal ‘Dikepung’ Di Pilpres 2019 Mendatang

Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

thejak.co –  Jelang Pilpres 2019, tampaknya sudah mulai banyak pihak yang siap menantang petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di Indonesia itu.

Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Partai Idaman) Rhoma Irama optimis bisa mengalahkan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Setelah resmi mengajukan gugatan atas uji materil UU Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Rhoma Irama memastikan akan bertarung habis-habisan di Pilpres 2019.

“Saya pastikan bahwa kami tidak akan memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo. Dalam bernegara ini harus ada kelompok yang mengkritisi serta mengawasi.

Kalau semuanya satu suara saja, nggak demokratis. Di seluruh negara di dunia, ada namanya oposisi dan penguasa. Dan itu sehat dalam rangka menegakkan demokrasi,” ujar Rhoma di Jakarta, baru-baru ini.

Oleh karena itu, ia berharap MK dapat mempertimbangkan kembali persoalan pada Pasal 222 dalam UU Pemilu mengenai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold ke Mahkamah Konstitusi.

“Syarat presidential threshold memangkas hak konstitusional Partai Idaman yang memutuskan saya untuk maju sebagai calon presiden,” ujar Rhoma.

Ia berharap dengan uji materi UU Pemilihan Umum ini, presidential threshold akan dihapuskan atau menjadi zero threshold. Disinggung apakah dirinya sendiri memiliki keinginan untuk mencalonkan diri menjadi presiden, Rhoma menjawab dengan tegas. “Satu konsekuensi logis. Kalau nggak saya ngapain ke MK,” tandasnya.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio merasa Presiden Jokowi saat ini sedang mempersiapkan amunisi dan strategi, guna mempertahankan ‘takhtanya’.

Hendri juga menyebut bahwa saat ini Jokowi tengah mempersiapkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menjadi pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

“Kalau menurut saya pribadi, Pak Gatot ini memang disiapkan Pak Jokowi di 2019. Karena selama Pak Gatot melakukan roadshow tidak pernah dilarang Pak Jokowi,” ujar Hendri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Dosen Universitas Paramadina itu meyakini bahwa Jokowi punya skenario jangka panjang untuk Gatot yang merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1982.

Terbukti, Panglima TNI selalu diberikan kesempatan untuk melakukan roadshow dari kampus hingga pesanteren, termasuk bertemu kalangan ulama. “Itu tentu seizin Jokowi. Jadi, menurut saya mungkin ada planning (rencana, Red) jangka panjang Pak Jokowi dengan Pak Gatot,” tutur Hendri.

Menurut Hendri, kemungkinan besar Jokowi tidak akan lagi menggandeng Jusuf Kalla sebagai wakil presiden. “Di Pilpres 2019, Gatot yang akan menjadi pendamping di posisi calon wakil presiden. Karena ada beberapa kriteria calon yang kelak bisa mendampingi Jokowi. Pertama adalah dari unsur pertahanan dan keamanan. Kedua adalah dari sisi agamis,” terang Hendri.

Sementara, menurut Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari menilai Pilpres 2019 dengan presidential threshold 20-25 persen cenderung hanya diikuti dua pasangan calon. Meski belum mendeklarasikan diri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan koalisinya bakal menjadi penantang serius Jokowi dan koalisinya.

Namun begitu, masih terbuka kemungkinan akan ada lebih dari dua pasangan calon yang bertarung di arena pilpres. Setidaknya, ada satu penantang lain yang bisa saja muncul. “Kemungkinan pasangan ketiga itu adalah SBY (Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono). Hemat saya SBY pasti berusaha mengajukan pasangan sendiri,” kata Qodari. DED

Share

Check Also

Anggota Dewan Bakal Memiliki Gedung Baru

thejak.co – Rencana pembangunan gedung baru untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepertinya akan terealisasi. Jika ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *