Selasa , 22 Agustus 2017

MPR Imbau Perbedaan Pandangan Jangan Dijadikan Persoalan

Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono
Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono
thejak.co – Beberapa bulan terakhir ini terutama pasca Pilkada DKI Jakarta, masyarakat dan bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai persoalan terkait perbedaan. Perdebatan bahkan sampai konflik keras teurtama di ranah media sosial antar elit politik sampai antar rakyat di warung kopi mengerucut pada persoalan perbedaan atau SARA yang semestinya tidak dibicarakan kembali di negeri ini.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono sebagai salah satu elemen masyarakat Indonesia merasa semestinya persoalan perbedaan tidak perlu dipermasalahkan lagi.  Masyarakat Indonesia memang sangat heterogen atau sangat beragam.
“Persoalan intoleransi, radikalisme yang muncul pastinya disebabkan faktor tertentu dan ada pemicu memunculkannya, faktor tersebut antara lain, cara pandang soal kesenjangan dan ketidakadilan oleh sebagian kelompok,” katanya, di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.
Pemahaman soal perbedaan atau keberagaman, kata Ma’ruf, semestinya diseleraskan bahwa perbedaan bukan persoalan satu pihak benar dan yang lain salah.
Di sisi lain, Ma’ruf Cahyono juga memperhatikan fenomena media sosial yang sangat bebas sekarang ini dan mampu mewarnai bahkan mempengaruhi setiap peristiwa di tengah masyarakat.
“Media sosial sudah menjadi instrument publik dan instrumen negara untuk melakukan ‘engineering’ tujuan negara. Tujuan negara ini bersifat ideologis, regulatif dan seharusnya media sosial  menjadi jembatan pada masyarakat untuk menciptakan suasana sesuai ideologi bangsa, dan konstitusi,” beber Ma’ruf.
Lebih lanjut, Ma’ruf menegaskan bahwa media sosial harus produktif bukan kontra produktif. “Dampak jangka pendek dan jangka panjang media sosial bisa sangat luar biasa, sebab bisa mengganggu aktivitas secara nasional bila pemberitaan media sosial simpang siur dan membentuk pola pikir.  Kalangan generasi muda adalah satu elemen bangsa yang sangat rentan terpengaruh dan akan berdampak pada perilaku mereka. Ini sangat disayangkan, media sosial jangan seperti itu, tapi di sisi lain media sosial akan berdampak positif, bila berkampanye positif pula untuk masyarakat,” tandas Ma’ruf. (DED)
Share

Check Also

Lukas Enembe, Gubernur Papua di acara Partai Demokrat.

Terseret ‘Kasus Korupsi Pendidikan’, Lukas Bisa Gagal Ikut Pilkada Papua

  TheJak-Mimpi Lukas Enembe untuk maju sebagai calon gubernur (cagub) Papua bisa kandas. Sebab, Gubernur ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *