Selasa , 22 Agustus 2017

PAJAK MOTOR NUNGGAK, BAYAR PARKIR JADI RP 25 RIBU PER JAM

parkiranthejak.co – Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta bakal menerapkan kebijakan parkir terbaru bagi wajib pajak (WP) yang belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) miliknya.

“Ini sedang disusun rancangan tarif parkir bagi wajib pajak yang menunggak kewajiban membayar PKB-nya menjadi Rp 25.000 pada jam pertama” kata Kepala BPRD DKI Jakarta Edi Sumantri, Kamis (10/8).

Edi menjelaskan, sistem parkir di semua tempat seperti pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran akan terintegrasi dengan samsat wilayah.

“Misalnya WP yang belum bayar PKB masuk ke Mal Senayan City dan parkir di sana. Kemudian ketika diketik nomor polisinya oleh petugas parkir langsung terlihat informasi dia masih menunggak (pajak), langsung dikenakan Rp 25.000 pada jam pertama,” kata  dia.

Tak hanya itu, tarif parkir per jam juga tidak akan sama seperti yang saat ini dipukul rata. Bagi para penunggak pajak, tarif parkirnya akan progresif setiap jam, atau dengan kata lain besarannya terus meningkat setiap jam.

“Untuk jam keduanya nanti bisa Rp 30.000, terus naik. Namun, bagi yang sudah membayar PKB-nya, ya tarifnya bakal tetap, tidak progresif. Ini pokoknya sedang disusun dan saya harap November bisa berjalan aturannya,” tambah Edi.

Edi menambahkan akan menaikkan pajak parkir menjadi 30 persen dari tarif. Sebelumnya pajak parkir hanya sebesar 20 persen dari tarif yang bayarkan konsumen. kenaikan tersebut sesuai dengan aturan yang tercantum di dalam Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009.

“Kami merencanakan kenaikan tarif pajak parkir off street  (bukan di badan jalan) yang sekarang masih 20 persen. Artinya parkir yang ada di pusat perbelanjaan, perkantoran, dan atau gedung-gedung milik swasta lainnya,” kata Edi

Imbas dari kenaikan pajak parkir tersebut adalah naiknya tarif parkir untuk  kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

“Dengan begitu, ini juga bisa menjadi instrumen penekan laju pertambahan kendaraan di DKI Jakarta karena setelah pajaknya dinaikkan otomatis pengelola akan memungut tarif per jam lebih besar lagi,” imbuh Edi.

Namun Edi masih belum mengetahui berapa besaran tarif parkir per jam jika aturan itu resmi diberlakukan. Saat ini rancangan atau draf aturan tersebut sudah masuk ke Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta untuk segera dibahas. NH

Share

Check Also

go jek demo

Larangan Motor Meluas, Ojek Online: Mau Makan Apa Kita

TheJak-Larangan motor dibeberapa ruas jalan ibukota bakal mendapatkan penolakan keras. Pasukan ‘Salam 1 Aspal’ meminta ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *