Senin , 11 September 2017

Agung Sedayu Group Diklaim Sudah Penuhi Permintaan KLHK

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat menyetop reklamasi pulau di Teluk Jakarta tahun lalu.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat menyetop reklamasi pulau di Teluk Jakarta tahun lalu.

thejak.co – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya akan mencabut sanksi administratif terhadap pulau C dan D di Teluk Jakarta. Menteri Siti mengklaim anak perusahaan Agung Sedayu Group itu, telah memenuhi 11 poin yang diminta Kementerian Lingkungan Hidup sejak 14 bulan lalu.

“Iya segera, pastinya minggu ini sudah keluar SK sanksi administratifnya kita cabut untuk pulau C dan D,” kata Siti di Jakarta, Rabu (6/9).

Izin pengelolaan kembali Pulau C dan D itu akan diberikan kepada pihak pengembang yakni PT Kapuk Naga Indah (KNI). Hal ini juga menyusul dikeluarkannya sertifikat Hak Guna Bangunan Pulau D oleh Badan Pertanahan Nasional untuk anak perusahaan Agung Sedayu Group itu.

Pencabutan sanksi administratif untuk Pulau C dan D sendiri kata Siti, telah melalui berbagai petimbangan selama hampir 14 bulan lebih. Pertimbangan itu dilihat dari PT KNI yang menurut dia telah menjalankan semua poin yang diminta lembaganya terkait pembangunan kembali pulau itu.

“Ya kita minta detail urukan pasir dari mana, mereka berikan. Kita minta kajian lingkungannya dibereskan, mereka kerjakan. Kita minta itu sisi pulau dikasih beton, mereka beton. Semuanya dikerjakan. Jadi tidak masalah kan,” kata Siti.

Oleh karena itu, Surat Keputusan terkait pencabutan sanksi administrasi itu pun akan langsung diberikan Siti kepada PT KNI sebagai pihak pengembang.

Usai pencabutan sanksi administrasi tersebut resmi diberikan, PT KNI sebagai pengembang diberikan kebebasan untuk mengelola dua Pulau yang berada di pesisir utara Jakarta itu.

Siti pun menjelaskan 11 poin yang menurutnya sudah dipenuhi oleh PT KNI. Pertama, pengembang sudah menghentikan seluruh kegiatan reklamasi sampai terpenuhinya perintah lainnya hingga sanksi berakhir. “Misalnya kami minta dia hentikan operasional. Itu, dia (pengembang) hentikan,” katanya.

Permintaan kedua, Siti melanjutkan, supaya pengembang memperbaiki dokumen dan izin lingkungan Pulau C. Ketiga, Kementerian meminta pengembang mengubah dokumen lingkungannya, seperti analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) mengacu pada kajian lingkungan hidup sementara (KLHS).

“Mereka melihat integrasi sosial dan segala macam dampak,” ujar Siti. Syarat keempat dari Kementerian, pengembang diminta memperbaiki pengelolaan pasir uruk agar tak melimpas ke perairan.

Kelima, meminta pengembang memberikan data rinci mengenai sumber pasir uruk dan bebatuan yang digunakan, termasuk perizinan pemasok pasir. Syarat keenam, pengembang wajib melaporkan data rinci mengenai sumber dan jumlah material pasir uruk serta menyampaikan hasil pengamatan dan pencatatan lapangan dalam laporan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).

“Sanksi memperbaiki pengelolaan pasir uruknya itu juga mereka sudah sampaikan plan-plannya (rencananya). Kemudian memberikan data rinci sumber pasirnya,” kata Menteri Siti.

Menurut Siti, pengembang juga telah melaksanakan syarat ketujuh, yaitu membuat outlet channel atau kanal di antara Pulau C dan D. Siti menuturkan, mereka juga telah melakukan pengerukan akibat pendangkalan di sekitar dua pulau tersebut sebagai syarat kedelapan.

“Mereka sudah memperbaiki saluran yang harus dilebarkan, mereka sudah lakukan. Dia harus merapikan pengerukan karena terjadi pendangkalan, mereka sudah lakukan,” ujar Siti.

Pengembang juga disebut telah mengerjakan syarat kesembilan, yaitu menggunakan turap beton tetrapod untuk membuat turap penahan gelombang di sisi utara dan sebagian sisi timur. “Dia harus merapikan pulau dengan beton sudah lakukan dengan merapikan itu,” kata Siti. AZS/RBN

Share

Check Also

Pemenang Lelang Rehabilitasi Sekolah Harus Ditinjau Ulang

thejak.co – Penetapan PT Murni Konstruksi sebagai pemenang lelang rehab 119 sekolah di DKI Jakarta, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *