Rabu , 18 Oktober 2017

Aher Tak Sudi Jadi Ketua Timses Demiz

Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu.
Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu.

thejak.co – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menolak menjadi ketua tim sukses pasangan calon gubernur dan pasangannya Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu.

Beredar kabar bahwa hal ini dikarenakan sang istri Netty Heryawan tidak mendapatkan tiket untuk maju menjadi bakal calon gubernur. Salah satu sumber Thejak yang enggan disebutkan namanya yang berasal dari internal PKS menuturkan bahwa bisa saja hal tersebut berkaitan.

”Politik itukan opini, jadi bisa-bisa wartawan bisa aja mengolahnya, tapi yang saya perhatikan mereka berdua (Aher-Deddy Mizwar akur-akur saja,” katanya.

Lanjutnya, memang Aher menegaskan mendukung istrinya maju jika memang didukung DPP PKS. ”Tapi kan tidak dan tetap Aher istiqomah dan jangan sampai ada kesan membangun politik dinansti,” tutupnya.

Menolaknya Aher menjadi ketua Tim Sukses (Timses) Deddy Mizwar (Demiz)-Ahmad Syaikhu pun mendapatkan perhatian dari Demiz, pria yang namanya melambung karena kepiawaiannya berakting dilayar kaca ini berprasangka baik soal penolakan Aher menjadi ketua timses.

“Masak Gubernur jadi Tetua Timses? Sebagai kader loyal pasti membantu. Tetapi kalau ditetapkan Ketua Timses tidak boleh, nggak elok lah dan nggak etis,” ujar Deddy di di Perumahan Jaka Kencana, Bekasi, Jabar, Selasa (5/9).

Dirinya juga menuturkan bahwa ada etika yang perlu tonjolkan dalam pelaksanan pilgyb Jawa Barat.

“Nanti Ketua Timses harus mendaftar ke KPU, masa Gubernur jadi Ketua Timses pemilihan gubernur? Kalau pemilihan Presiden bolehlah, tapi jangan ketua timses untuk pemilihan Gubernur, nggak elok lah,” ujarnya.

Menurut dia akan lebih sempurna buat Aher sangat berprestasi membangun Jawa Barat dengan terus fokus dalam menunaikan tugas-tugas mulia melayani masyarakat. Selain itu, Aher juga tidak mendapat cuti sebagai Gubernur saat masa kampanye Pilgub Jabar berlangsung.

“Kang Aher kader partai loyal karena etika-etika beliau mengatakan akan bantu tapi jangan Ketua Timses. Beliau kan tidak cuti sampai Juni, kalau saya cuti sama Syaikhu. (Khawatirnya dibilang) gunakan fasiltas negara, (karena) jadi Ketua Timses. Jadi beliau menghindari hal tersebut,” paparnya.

Dirinya pun menuturkan bahwa dalam politik tidak membawa perasaan, sebab banyak logika yang mesti dibangun untuk memenangkan dirinya bersama Ahmad Syaikhu dalam Pilgub Jawa Barat, terlebih isu ada perpecahan antara dia dan Aher karena Netty Heryawan tidak menjadi kontestan pilgub. “Nggak ada masalah,” tutur Deddy singkat.

Ahmad Heryawan sendirin menuturkan bahwa dirinya memiliki alasan khusus mengapa menolak menjadi ketua Timses. “Kalau Timses, bukan menolak jadi Timses. Tapi, masalahnya adalah, jadi saat Timses itu kan saya jadi Gubernur aktif kan gitu.

Kita menyukseskan oke, tapi menjadi Tim Sukses kan khawatir merepotkan nanti. Bisa aktifnya hanya Sabtu-Minggu saja,” ujar Aher di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakpus, Senin (4/9).

Dirinya juga disebut menolak menjadi Ketua Timses Deddy Mizwar-Syaikhu. Saat dimintai tanggapan, Aher enggan menjawab lebih jauh. “Aduh nantilah, nanti dibicarakan lagi,” kata Aher.

Menolaknya Aher menjadi ketua timses pun menjadapatkan respon dari DPD Gerindra Jabar.

“Dengan menolaknya beliau sebagai Ketua Tim Sukses, justru membuat Gerindra heran dan menyayangkan karena beliau juga menjadi faktor penting pada saat Pilpres di Jabar yang sukses memenangkan Pak Prabowo di Jabar,” ujar Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi melalui pesan singkat, Minggu (3/9). JAK

Share

Check Also

IDRIS TAGIH SANDI SOAL KELESTARIAN CILIWUNG

thejak.co – Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Rasyid Baswedan dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *