Sabtu , 25 November 2017

Dewan Dukung Banten Tarik Modal dari BJB

Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah.

thejak.co – Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mendorong Pemprov Banten untuk melakukan divestasi (pelepasan) saham dari Bank Jabar Banten (BJB). Menurutnya, pemprov lebih baik meningkatkan nilai penyertaan modal ke Bank Banten sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hal tersebut disampaikan Asep menyusul informasi bahwa pemprov ingin menambah penyertaan modal ke BJB agar dividen (pembagian laba) yang diterima setiap tahun bisa lebih besar.

“Menurut hemat kami, tidak perlu kita tambah lagi modal ke BJB. Buat apa? Justru kita akan mendorong dilakukan divestasi (pelepasan/ pengurangan). Anggaran yang ada di BJB itu akan kita tarik semua, dan dimasukkan ke Bank Banten,” ujar Asep kemarin.

Sebenarnya, kata Asep, rencana penarikan modal pemprov di BJB sudah mencuat saat Pemprov Banten dipimpin Pejabat Gubernur Nata Irawan. “Ya ini terhenti.

Karena memang sekarang ini ada gubernur baru (Gubernur Wahidin Halim), ya kita serahkan ke gubernur baru. DPRD kan hanya mengingatkan saja,” kata Asep.

Menurutnya, modal Bank Banten perlu ditambah lagi agar perusahaan semakin sehat. Ia yakin jika modal di BJB dialihkan ke Bank Banten, dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun Bank Banten sudah bisa memberi dividen kepada Pemprov Banten.

“Untuk itu, direksi Bank Banten harus serius, prospek bisnis ke depan harus bergerak cepat untuk memulihkan kondisi Bank Banten agar lebih sehat,” ujarnya.

Meski demikian, persoalan divestasi ini harus dikomunikasikan lebih lanjut dengan gubernur selaku pemegang saham dan pemegang kebijakan di Pemprov Banten.

“Saya juga sudah meminta Komisi III agar membuat kesimpulan hasil rapat (internal), salah satunya membahas penyertaan modal untuk Bank Banten dan soal divestasi BJB,” katanya.

Diketahui, Bank Banten akan kembali mendapat suntikan modal sebesar Rp 100 miliar pada perubahan APBD Banten 2017. Alokasi ini sempat tertunda karena tidak lolos evaluasi kementerian dalam negeri (Kemendagri).

Seusai Perda No. 5 tahun 2013 tentang penyertaan modal dari Pemprov Banten kepada PT Banten Global Development (BGD) untuk pembentukan Bank Banten, penyertaan untuk Bank Banten sebesar Rp 900 miliar. Saat ini, alokasi APBD Banten yang sudah masuk untuk Bank Banten baru Rp 600 miliar. JAK

Share

Check Also

ADE YASIN DAPAT TIKET PILKADA DARI PKB

thejak.co – Suhu politik di Kab. Bogor mulai memanas. nama-nama calon bupati bermunculan. Diantaranya adalah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *