Rabu , 18 Oktober 2017

Duh, Istri Mendiang Munir Anggap Revolusi Mental Cuma Omong Kosong

Istri mendiang Munir, Suciwati.
Istri mendiang Munir, Suciwati.

thejak.co – Istri mendiang Munir, Suciwati, mempertanyakan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi. Menurut Suciwati, revolusi mental hanya omong kosong karena negara masih mempermainkan hukum.

“Kalau Jokowi ngomong revolusi mental, benar nggak sih revolusi mental itu terjadi? Buat saya itu tanda tanya besar,” kata Suciwati saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Munir, Demokrasi, dan Perlindungan Pembela HAM di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Selasa (5/9) lalu.

Ia menuturkan bahwa hingga kini masih banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masyarakat. Sedangkan penyelesaian kasus-kasus HAM terdahulu juga makin tidak jelas arahnya, termasuk kasus kematian suaminya.

Sampai saat ini, rekomendasi tim pencari fakta (TPF) kasus kematian Munir yang tuntas pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum juga dilaksanakan. Bahkan, dokumen aslinya pun tak diketahui keberadaannya.

Hingga akhirnya Presiden Jokowi pada Oktober 2016 lalu memerintahkan Jaksa Agung M Prasetyo untuk mencarinya. Namun, hingga sekarang tidak ada tindak lanjut. “Apakah jaksa agungnya bekerja? Artinya apa jaksa agung nggak nurut dong sama presidennya,” ujar Suciwati.

Menurut Suciwati, seharusnya Kejaksaan Agung memiliki salinan dokumen TPF Munir karena sudah pernah dibawa ke pengadilan. Karena itu Suciwati menganggap ketegasan yang diperlihatkan Jokowi untuk mengungkap kasus Munir justru kontradiktif.

“Menunggu apalagi kalau memang mereka bakal nggak peduli. Seorang presiden, nomor satu, bicaranya tidak didengar jaksa agung,” tuturnya.

Suciwati lantas bercerita ketika dirinya dihubungi Jokowi pada saat kampanye Pilpres 2014 lalu. Kala itu, Suciwati mempertanyakan alasan Jokowi kerap satu panggung dengan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono yang diduga terlibat dalam kasus Munir. Namun, Jokowi seperti tidak peduli dengan status Hendropriyono itu. Bahkan, Jokowi sempat ingin mengangkat Hendropriyono menjadi tim penasihatnya.

“Revolusi mental yang dia teriakkan, kampanye penegakkan HAM dan hukum buat saya itu omong kosong, omong kosong. Banyak hal hari ini dibangun tapi kosong. Kalau ada lagu dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, tapi nggak ada manusianya, hanya pulau-pulau saja,” kata Suciwati. DED

Share

Check Also

Ketua Komisi I DPR : TNI dan Kemenhan Wajib Bersedia Diaudit BPK

thejak.co – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Abdul Kharis Almasyhari mengatakan bahwa pihaknya ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *