Selasa , 21 November 2017

Kota Depok Marak Gangster Motor

Anggota gengster yang diamankan pihak kepolisian Kota Depok.
Anggota gengster yang diamankan pihak kepolisian Kota Depok.

thejak.co – Kota Depok sejatinya merupakan kota yang ramah dan bersahabat. Tapi, berjalannya waktu kondisinya berubah.

Keramahan warga Kota Depok ini dirasakan memudar pasca pecah reformasi. Hal ini disebabkan karena Depok pada saat itu masih  memegang kultur lokal dan agama serta dengan kualitas pendidikan yang maju.

Pada saat  ini kasus kekerasan yang kerap terjadi di sana diantaranya yaitu gangster motor. Berdasarkan keterangan warga Sukmajaya, Depok bernama Yeni, gangster motor tidak muncul di tengah Kota Depok.

”Kalau  mereka itu anak-anak tanggung, biasanya menggerombol, seperti di Kalimulya, Cisalak, dekat-dekat Citayam atau ke arah Sawangan,” ujarnya.

“Sebagai ibu saya takut, sebab, apa yang mereka lakukan memang kriminal murni dan 100 persen mereka masih duduk di bangku sekolah,” ujar wanita yang berprofesi sebagai guru tersebut.

Jadi, lanjut Yeni, pada saat ini ada tugas berat dari guru untuk melakukan pembinaan kepada para gangster motor. ”Nah anak-anak sekarang sekolah naik motor, janjian tawuran juga pake motor. Nah, mata rantai kekerasan gangster ini mesti dihentikan dengan penegakan hukum dan pembinaan,” ujarnya.

Salah satu langkah tegas yang diterapkan pihak kepolisian Kota Depok diantaranya adalah dengan membekuk anggota Gangster Gangbang Family bernama Iffandi alias Mamat.

Mamat ditangkap Polsek Sukmajaya setelah melakukan pencurian dengan membacok korban menggunakan senjata tajam.

Pelaku tega melakukan pencurian dengan membacok korban dengan alasan ikut rekannya. Diketahui, Mamat adalah salah satu anggota geng bernama Gangbang Family.

Kapolsek Sukmajaya Kompol I GN Bronet mengatakan modus pencurian dengan kekerasan di saat korban sedang dalam keadaan tidur. Pelaku langsung meminta telepon seluler korban dengan kekerasan.

“Pelaku 4 orang. Tersangka ini melakukan tindak kekerasan dan mengambil handphone, rokok dan uang dengan cara membacok. Korban mengalami luka di dada dan sikut sama paha,” ujar Kompol Bronet kepada wartawan di Mapolsek Sukmajaya, Kota Depok, (6/9).

Pelaku mengaku baru 1 kali melakukan perbuatan tersebut. Saya melakukannya baru satu kali. Saya cuma ikut teman. Hasil dari pencurian ini untuk jajan-jajan saja. Saya melakukannya dengan sadar,” ujar Irfandi, di Mapolsek Sukmajaya, Kota Depok, (6/9).

Namun Polsek Sukmajaya akan terus mendalami kasus pencurian dengan kekerasan ini.

“Untuk korban sudah kami tangani, sudah dibawa ke rumah sakit dan keadaannya sudah membaik,” terang Kompol Bronet.

Atas perbuatannya itu, Irfandi alias Mamat terancam melanggar pasal 356 KUHP dengan hukuman ancaman kurungan minimal 12 tahun. HEN

Share

Check Also

GERINDRA SIAP BERIKAN DUKUNGAN PILKADA KE ARIEF R WISMANSYAH

thejak.co – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *