Selasa , 19 Desember 2017

Mau Lengser, Djarot Wakili Jokowi dan Ahok Minta Maaf

thejak.co – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa jabatan (LKPJ-AMJ) Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2013-2017 dalam rapat paripurna yang digelar DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/9) sore.

Dalam pidatonya, Djarot menyinggung masa kepemimpinan gubernur periode 2013-2017 yang dijabat oleh tiga orang.

“Yakni Bapak Joko Widodo sebagai gubernur periode 2012-2014, Bapak Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur periode 2014-2017, dan saya sendiri sebagai gubernur sejak bulan Juni 2017,” ujar Djarot dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Djarot menyampaikan berbagai pencapaian yang diraih Provinsi DKI Jakarta selama lima tahun terakhir. Mulai dari pencapaian di bidang ekonomi, sosial, pengembangan sistem transportasi, antisipasi banjir dan persoalan lingkungan, hingga pendidikan.

“Berkurangnya jumlah titik banjir yang semula sebanyak 62 titik banjir menjadi 20 titik banjir,” ujar Djarot.

Beberapa cara pengendalian dan antisipasi banjir yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yakni pembebasan tanah untuk waduk, situ, embung, dan kali; penataan Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio sebagai upaya peningkatan kapasitas badan air; pengerukan sistem drainase kota; hingga pembangunan tanggul A NCICD.

Selain itu, Djarot juga menjelaskan indeks pembangunan manusia (IPM) di Jakarta yakni 78,08 pada 2013 dan meningkat hingga 79,60 pada 2016. Dia menyebut IPM DKI Jakarta paling tinggi dibangdingkan provinsi lainnya.

Kemudian Djarot menyampaikan program Kartu Jakarta Pintar (KJP), bantuan BPJS, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), subsidi pangan, subsidi transportasi gratis, penciptaan lapangan pekerjaan melalui rekrutmen petugas PPSU, subsidi sewa rusun, dan jaminan kredit bagi pengusaha kecil untuk menanggulangi kemiskinan di Ibu Kota.

Dia juga menjelaskan pengembangan sistem transportasi publik di Jakarta saat ini, seperti peningkatan pelayanan transjakarta, dimulainya pembangunan mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT), pengembangan transit oriented development (TOD), hingga pembangunan flyover dan underpass.

Kemudian, Djarot juga menjelaskan pembangunan 5.177 unit rusun sejak 2013-2017, pelaksanaan program kampung deret di 40 lokasi, dan penataan 142 RW yang lingkungannya kumuh.

Tidak hanya itu, Djarot juga menyinggung soal pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

“Pada 2017 sedang diselesaikan pembangunan sebanyak 100 lokasi,” kata dia.

Pada bidang kesehatan, Djarot menyebut Pemprov DKI Jakarta memiliki program ketuk pintu layani dengan hati dan pembangunan rumah sakit hingga puskesmas.

Sementara di bidang pendidikan, Djarot mengatakan kualitas layanan pendidikan di Jakarta telah meningkat.

“Secara garis besar telah berhasil meningkatkan rata-rata lama sekolah dari 10,47 tahun pada 2013 menjadi 10,88 tahun pada 2016,” ucap Djarot.

Pada akhir pidatonya, Djarot kembali menyinggung nama Jokowi dan Ahok (sapaan karib Basuki). Dia mewakili Jokowi dan Ahok mengucapkan terima kasih di hadapan anggota DPRD DKI, pejabat Provinsi DKI Jakarta, para PNS, dan seluruh peserta rapat paripurna yang hadir.

“Saya atas nama Pak Jokowi dan Pak Basuki Tjahaja Purnama mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD DKI Jakarta serta seluruh komponen atas kerja sama, partisipasi, dan dedikasi di dalam melaksanakan pembangunan di DKI Jakarta tahun 2013-2017,” kata dia.

Tak hanya itu, Djarot juga mewakili Jokowi dan Ahok untuk meminta maaf selama berlangsungnya kepemimpinan lima tahun terakhir. Djarot menyebut semua kebijakan yang dilakukan Jokowi, Ahok, dan dirinya semata-mata untuk kemajuan Kota Jakarta dan memberikan pelayanan terbaik kepada warga Jakarta.

“Sekaligus saya mewakili Pak Jokowi dan Pak Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya dan sedalam-dalamnya kepada seluruh pemangku kepentingan di Jakarta apabila selama masa kepemimpinan ada tindakan perbuatan yang khilaf,” ucap Djarot.

Adapun masa jabatan Djarot akan berakhir pada 15 Oktober 2017. Kepemimpinan di Jakarta akan digantikan oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Dalam lima tahun terakhir, Gubernur DKI Jakarta berganti hingga tiga kali, dari Jokowi, Ahok, hingga Djarot. Ditambah satu Pelaksana Tugas Gubernur Sumarsono ketika digelar pemilihan gubernur DKI Jakarta awal tahun ini.

Pada 2012, Jokowi dan Basuki terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, namun pada 2014 Jokowi mengundurkan diri karena terpilih sebagai Presiden RI.

Kemudian jabatan Gubernur DKI disandang Basuki hingga tahun 2017. Sayangnya pada Mei 2017, Basuki juga mengundurkan diri sebagai Gubernur usai gegap gempita Pilkada DKI, setelah divonis bersalah dalam kasus penodaan agama.

Selanjutnya pada Juni 2017, Djarot naik menjadi Gubernur DKI definitif menggantikan Basuki hingga masa jabatan yang akan segera berakhir pada Oktober 2017 ini.

Saat Pilkada DKI 2017 berlangsung, DKI juga sempat dipimpin oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, yakni Sumarsono sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI menggantikan Ahok dan Djarot yang cuti kampanye.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham “Lulung” Lunggana, Lulung mengatakan laporan pertanggungjawaban Djarot nantinya akan dievaluasi DPRD DKI Jakarta.

“Jadi akan didalami di masing-masing komisi di DPRD. Nanti itu hari Senin dan Selasa tanggal 18-19 September,” ujar Lulung. JJ/SOF

Share

Check Also

Jakarta Banjir, Kadis SDA Diujung Tanduk

thejak.co – Curah hujan dengan intensitas tinggi mulai sering mengguyur Jakarta. Musibah banjirpun menghantui seluruh ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *