Selasa , 21 November 2017

Pemenang Lelang Rehabilitasi Sekolah Harus Ditinjau Ulang

Proyek rehab sekolah di DKI Jakarta tahun lalu.
Proyek rehab sekolah di DKI Jakarta tahun lalu.

thejak.co – Penetapan PT Murni Konstruksi sebagai pemenang lelang rehab 119 sekolah di DKI Jakarta, terus menuai sorotan dari para pegiat antikorupsi. Mereka meminta perusahaan yang memberikan penawaran harga tertinggi itu harus ditinjau ulang.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mensinyalir ada kejanggalan pada proses lelang rehabilitasi berat sekolah tersebut. Penetapan pemenang lelang oleh Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta dinilai melanggar prinsip efektif dan efisiensi.

Terlebih, pemenang lelang yang ditetapkan justru memiliki hara penawaran sementara (HPS) yang lebih tinggi dari pesaing lainnya yang lolos sampai tahapan akhir.  PT Murni Konstruksi memberi HPS senilai Rp 180 milliar atau lebih rendah dari HPS PT Multi Struktur senilai Rp 183 milliar.

Tapi penawaran PT Murni Konstruksi masih jauh lebih tinggi ketimbang HPS PT Amarta Karya, kontraktor BUMN, yakni senilai Rp 172 milliar.

Koordinator Investigasi ICW, Febri Hendri mengatakan, seharusnya yang memiliki harga penawaran terendah yang menang apabila ketiga peserta sudah lolos dalam tahap pengajuan HPS.

“Semestinya perusahaan yang memberikan HPS paling rendah itu yang dimenangkan,” kata Febri kepada wartawan, Selasa (5/9).

Karena itu, Febri meminta Inspektorat DKI segara mengklarifikasi kejanggalan dalam lelang tersebut.

“Harus segera diperiksa pihak BPBJ-nya. Inspektorat harus turun tangan,” ujar Febri.

Apapun yang kemudian jadi alasan pihak BPPBJ memenangkan PT Murni Konstruksi harus ditinjau ulang sejauh mana netralitasnya.  Apabila kemudian diketahui pihak PT Amarta Karya digagalkan karena suatu masalah, pihak Inspektorat mesti mengklarifikasi kebenarannya.

“Jangan sampai ada main mata antara kontraktor dan pihak BPPBJ dari dikalahkannya PT Amarta Karya di lelang tersebut”.

Pengamat Anggaran Politik dari Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi juga menaruh curiga dengan penetapan pemenang rehab 119 sekolah tahun anggaran 2017 itu.

Hal itu setelah Ketua Pokja BPPBJ DKI Jakarta Firman mengklaim telah melakukan serangkaian pengecekan terhadap PT Murni Konstruksi sebagai pemenang lelang.

“Klaim Ketua Pokja paket lelang rehab berat sekolah tidak masuk akal saya. Mustahil yang bersangkutan mengecek pemenang lelang hingga ke Sulawesi sana,” kata dia saat dihubungi TheJak, Minggu (3/9).

Sebelumnya, Firman mengaku sudah melakukan serangkaian pengecekan terhadap PT Murni Konstruksi Indonesia sebagai pemenang lelang rehab 119 sekolah.

Firman mengklaim, pihaknya juga telah menghadirkan seluruh tenaga ahli PT Murni Konstruksi dan mengecek dokumen kepesertaannya mengikuti lelang.

“Kita sudah cek semua kantor dan pemberi dukungannya. Kami sudah klarifikasi semuanya,” ujarnya belum lama ini.

Hasilnya, kata dia, penawaran sementara dari perusahaan yang berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan itu sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 31 Tahun 2016. Sebab, penawaran di atas 80 persen nilai proyek.

“Mereka 94 persen kok HPS-nya (Harga Perkiraan Sementara) dari nilai tender,” klaimnya. Firman juga sesumbar, rekam jejak PT Murni Konstruksi cukup baik. Pertimbangannya, pernah menangani proyek rehab sekolah di Bojonegoro senilai Rp108 miliar.

“Jadi, amat layak PT Murni Konstruksi ini,” katanya.

Meski demikian, Firman menjawab diplomatis soal ancaman Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang meminta mem-blacklist PT Multi Konstruksi dan mencabut penetapan pemenangannya pada tender tersebut, bila hasil pengecekan negatif.

“Mungkin Pak Gubernur belum dapat info,” tudingnya. BCR/RBN

Share

Check Also

Ketua KPPU : Trip Perancis Bukan Ketemu Aqua Danone

thejak.co – Selama lima tahun belakangan kiprah KPPU makin terlihat. Terlebih setelah dipimpin oleh Ketua ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *