Senin , 24 September 2018

OSO: Indonesia Membutuhkan Generasi Muda Berkualitas

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (kanan).

thejak.co – Generasi muda merupakan bibit penerus kepemimpinan bangsa Indonesia. Maju mundurnya Indonesia juga tergantung dari kualitas generasi muda.

Ungkapan-ungkapan itu adalah fakta yang tak bisa terbantahkan. Intinya, Indonesia membutuhkan generasi penerus berkualitas.

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) menilai, untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas maka dibutuhkan keteladanan yang berkualitas dan juga baik tentunya.

“Banyak sekali contoh baik dan buruk di negeri ini, yang saya maksud adalah generasi muda harus mengambil contoh baik-baik, jangan mencontoh yang buruk-buruk,” katanya, dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan 500 lebih peserta dari kalangan tokoh masyarakat, tokoh agama, birokrat, mahasiswa dan pelajar se-Provinsi Kepulauan Riau, di aula Kompleks Perkantoran Gubernur Kepulauan Riau, Senin (2/10).

Menurut Oesman Sapta, untuk mencapai hal tersebut, kesadaran yang tinggi akan pentingnya peran generasi muda di masa datang juga harus berasal dari kesadaran diri generasi muda.

“Generasi muda jangan berhenti berjuang. Generasi muda mesti terus menerus memperhatikan dan mempelajari tentang kehidupan,” ujarnya.

Oesman Sapta sempat menceritakan pengalaman pribadinya yang penuh perjuangan dalam meniti kehidupan dahulu.  Perjuangan seorang Oesman Sapta dimulai sejak masa remaja. Sejak kecil dirinya harus berjibaku dengan kerasnya dan ‘bengisnya’ kehidupan.

“Saya waktu kecil untuk mencari uang harus berjualan rokok di seputaran pelabuhan. Lalu banting setir menjadi buruh pengangkut karet. Semua pahit dan getirnya kehidupan saya jalani dengan tak kenal kata menyerah. Itulah kehidupan harus dihadapi.

Tapi, sedikit kritik kebiasaan generasi muda sekarang, kalau kumpul untuk sesuatu yang kurang manfaat banyak sekali dan antusias tapi kalau giliran mengaji responnya sedikit, kalau ke gereja responnya sedikit.  Itu harus diubah, generasi muda Indonesia harus menjadi lebih baik,” tuturnya.

Oesman Sapta mengatakan, satu hal yang sangat penting untuk dipelajari, pahami dan amalkan yakni Pancasila.  Dalam Pancasila, bangsa ini tidak lagi mempersoalkan perbedaan, semua perdebatan soal beda-beda suku, agama, ras, bahasa, warna kulit sudah selesai. DED

Share

Check Also

Teguh Santosa Digadang Pemegang Kuat Tongkat Estafet Ketua PWI

thejak.co – Kongres XXIV PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) akan dilangsungkan di Solo, 27-30 September 2018 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *