Senin , 16 Juli 2018

Ketua Pansus Angket KPK Dituding Menerima Honor dari Kemendagri

Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa.

thejak.co – Anggota DPR yang juga Ketua Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agun Gunandjar Sudarsa dituding pernah menerima honor sebagai narasumber dalam dialog interaktif di sebuah stasiun televisi.

Uang tersebut diberikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Suciati, atas instruksi dari terpidana kasus korupsi e-KTP, Irman.

Hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Suciati sebagai saksi pada persidangan terhadap Andi Narogong yang menjadi terdakwa kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/10) lalu.

Suciati mengaku pernah memberikan uang untuk anggota DPR Agun Gunandjar Sudarsa. Suciati mengungkapkan, penyerahan uang untuk Agun terjadi pada 13 November 2012. Menurutnya, pemberian uang itu sebagai honor karena Agun menjadi narasumber dialog di sebuah televisi swasta.

“Saya sendiri yang berikan. Kan beliau (Agun, red) diminta jadi narasumber dialog interaktif. Ini honor buat beliau,” ujarnya di hadapan majelis hakim.

Dia mengaku biasa diperintahkan Irman selaku Dirjen Dukcapil Kemendagri untuk mengeluarkan anggaran sebesar Rp 10 juta untuk dibagikan kepada narasumber dalam forum dialog. “Saya keluarkan sesuai perintah Pak Dirjen,” ucapnya.

Suciati menjelaskan, alokasi honor tersebut sebagai bagian dari kegiatan supervisi proyek e-KTP. Setidaknya, dia sempat memegang USD 72.700 dan SGD 6.000 dari Irman.

Perempuan berkerudung itu pun mengaku sering diperintahkan Irman untuk menukarkan uang dalam pecahan asing menjadi rupiah. Biasanya, kata Suciati menambahkan, Irman mengeluarkan Dolar ketika daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) belum bisa dicairkan.

Kebanyakan uang tersebut bukan hanya untuk honor narasumber, melainkan guna membiayai kunjungan kerja tim supervisi. “Itu hanya aksidental pas mau kunker (kunjungan kerja, red) baru mau dikasih. Tiap mau kunker saja,” tutur Suciati.

Terkait uang Rp 5 juta, Agun mengaku tak mengenal persis Suciati. Namun, politisi Partai Golkar itu mengaku sering menerima uang sebagai narasumber. Agun mengaku sering menjadi narasumber sejak menjadi anggota DPR pada 1998.

“Mungkin itu (honor) bisa saja terjadi sebagai narasumber. Tapi dalam konteks saya menerima uang KTP elektronik, saya tegas mengatakan tidak pernah menerima,” tandasnya. DED

Share

Check Also

Airlangga Hartarto Gagal Jadi Cawapres Jokowi, Golkar Merapat ke Demokrat?

thejak.co – Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, melihat potensi Partai Golkar keluar dari ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *