Senin , 9 Oktober 2017

BUMD DKI ‘Bermental’ Pengemis, STS: Segera Kocok Ulang

 

Santoso, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta.

TheJak-Suntikan dana besar tidak menjadi jaminan tren perusahaan akan untung. Di DKI Jakarta, perusahaan milik daerah (BUMD) banyak yang bermental pengemis.

Setiap tahunnya, para direksi BUMD itu hanya mengharapkan dana penyertaan modal pemerintah (PMP). Walau sudah disubsidi tetap saja merugi.

Data dari Komisi C DPRD DKI Jakarta menyebutkan, banyak BUMD yang bermental pengemis. Para direksinya hanya berharap dana PMP.

“Tapi setelah diberikan PMP malah rugi atau stag. Inikan kacau,” tegas Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Santoso kepada TheJak, Jumat (6/10/2017).

Ketua Partai Demokrat Jakarta yang akrab disapa STS ini menduga, amburadulnya BUMD karena gubernur sebelumnya (Ahok-red) salah urus. “Mungkin Pak Ahok salah pilih direksi,” sindirnya.

Ke depan kata STS, Anies-Sandi yang akan dilantik menjadi gubernur-wakil gubernur harus mampu membersihkan direksi BUMD yang tidak becus.

“Agar tidak ada lagi mental pengemis di BUMD,” tambah STS.

Kocok Ulang Direksi BUMD

STS melanjutkan jika dilihat dari hasil kajian Komisi C, banyak BUMD yang dapat dana PMP tapi malah merugi atau stag.

Di 2016, Pemprov DKI Jakarta mengucurkan dana PMP sekitar Rp 5,5 triliun. “Inikan hanya menjadi beban APBD. Lebih bagus dananya buat rakyat kecil,” ucapnya.

STS sepakat jika opsi kocok ulang dilakukan kepada direksi BUMD yang tidak mampu mengemban tugas. “Kalau tidak mampu memimpin BUMD ya diganti lah,” desaknya.

Desakan kocok ulang pernah dilontarkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. Menurutnya, saat ini hanya 15 persen, BUMD yang bisa bertahan.

“Sisanya kolaps dan hanya jadi beban APBD saja,” kata Taufik di Kantor DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, (7/7/2017).

?Menurut Taufik, BUMD tergolong menjadi beban apabila tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap APBD DKI, meskipun tidak merugi.

“Ada juga BUMD tidak rugi tapi tidak ada kontribusi. Artinya hanya pas-pasan. Buat apa yang pas-pasan ditahan lebih baik diganti aja lah,” tukas Ketua Gerindra Jakarta ini.

Sumber TheJak di lingkaran Anis-Sandi menyebutkan, direksi BUMD yang terancam dikocok ulang yakni PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Pasar Jaya, dan PD PAL Jaya, PD Dharma Jaya dan PT Jamkrida.(NS)

 

 

Share

Check Also

Pelaku Catut Nama Anggota DPRD DKI

thejak.co – Soeyoto, pedagang Mie Ayam di Jalan Pejagalan Raya, Kelurahan Pekojan tepatnya di depan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *