Senin , 18 Desember 2017

Hantu Kakek Bongkok di rumah Dinas Gubernur DKI

Rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang konon angker.

thejak.co Rumah Dinas Gubernur DKI di Jalan Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, terkenal angker. Konon, para penghuni mahkluk halus biasanya siap menyambut kedatangan gubernur baru yang akan menempati rumah dinas tersebut.

Cerita angker rumah dinas gubernur ini sudah lama tersebar. Dari mulai zaman Gubernur Foke, Jokowi hingga Ahok.

Seorang Satpol PP yang enggak menyebut namannya itu menceritakan ada penampakan makhluk gaib di lingkungan rumah dinas gubernur DKI Jakarta.

Ia menyatakan pernah melihat hantu seorang kakek yang berjalan membungkuk, di depan pintu masuk rumah dinas yang ia jaga.

” Saya pernah lihat sekali tahun 2010. kakek-kakek tua jalan di situ,” ujarnya

Selain penampakan kakek tua, kejadian mistis juga sempat menimpa sejumlah petugas jaga dari TNI.

“Pernah ada petugas yang jaga dari TNI kesurupan. Ada juga anggota TNI yang jaga, alat kelaminnya diinjak sama penunggu di sini. Saya bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi kejadian itu memang ada,” ujarnya.

Kisah mistis ternyata tidak beredar di Taman Suropati, melainkan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, yang berada tepat di samping Taman Suropati. Rumah besar bergaya antik ini diyakini warga sekitar ada ‘penunggu’nya.

“Katanya orang-orang sih ada kakek-kakek sering kelihatan di situ, terus katanya juga dulu ada yang kesurupan,” kata Asep, penjual nasi goreng di Taman Suropati. Hal tersebut diyakini oleh beberapa pelanggan Asep.

“Kalau malam-malam ngumpul, kadang suka kelihatan ada kakek-kakek. Tapi enggak tahu juga, itu beneran mahluk halus atau apa,” sahut Rinjani, salah seorang pengunjung Taman Suropati.

Hal ini bukan tidak mungkin. Pasalnya, rumah yang pernah ditempati oleh Gubernur DKI Joko Widodo dan istrinya sudah berusia puluhan tahun.

Rumah resmi Gubernur DKI Jakarta ini sudah ada sejak zaman pemerintahan Hindia-Belanda.

Setelah Jokowi terpilih menjadi presiden, Ahok naik menjadi Gubernur DKI. Anehnya, Ahok ogah menempati rumah dinas tersebut.

Ternyata Ahok sudah tahu kalau rumah dinas gubernur yang berdekatan dengan Taman Suropati itu angker.

Suatu ketika Ahok ditemani beberapa pengawal pribadi, pamdal, dan penjaga rumah yang sudah 28 tahun berjaga di sana, Katman.

Ahok mengaku bulu kuduknya merinding ketika melihat satu persatu ruangan di sana, terutama di kamar sang gubernur.

“Kalian (wartawan) mau enggak tinggal di sini? Boleh, tidur di sini saja, paling yang nemenin (menemani) ada noni Belanda-nya,” kata Ahok bercanda kala itu.

“Tadi ganti baju di kamar mandi sendirian saja seram banget,” ujarnya lagi.

Bangunan rumah dinas gubernur ini sebelumnya merupakan merupakan kediaman GJ Bisschop, wali kota pertama dari Gemeenterad Batavia (1916-1920).

Bangunan dirancang Ir Kubath di atas areal tanah bekas eigendom. Rumah itu berlantai dua, lengkap dengan paviliun dan gudang dengan luas keseluruhan 1.100 meter persegi.

Bangunan tersebut sudah direnovasi beberapa kali namun tetap mempertahankan gaya aslinya, terutama di bagian genteng.

Beralih ke zaman Jepang, gedung ini tetap difungsikan sebagai tempat tinggal wali kota. Tepatnya pada tahun 1949, rumah ini resmi menjadi milik Pemprov DKI Jakarta dan dijadikan sebagai cagar budaya.

“Kalau dibandingkan sama Istana Merdeka, lebih seram rumah dinas (gubernur) suasananya,” cetus Ahok.

Bagaimana dengan Gubernur terpilih Anies Baswedan, apakah akan menempati rumah dinas?

Anies Baswedan kemungkinan belum dapat menempati rumah dinas usai dilantik sebagai Gubernur DKI pada Senin (16/10).

Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH dan KLN) Provinsi DKI, Muhammad Mawardi, mengungkapkan Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat baru akan keluar dari rumah dinas pada Minggu (15/10).

“Makanya, kalau saya pikir harusnya belum bisa ditempati dulu. Soalnya kan belum dirapikan,” kata Mawardi.

Namun apabila Anies memaksa untuk lekas ditempati, pihaknya mempersilakan. “Tapi kondisinya begitu, belum dirapihkan,” jelas Mawardi.

Sementara itu, menurut Anies dalam waktu dekat akan melihat kondisi rumah tersebut. Dia mengaku belum pernah sekali pun datang ke rumah yang tampak asri itu.

“Belum tahu seberapa siap itu langsung dipakai. Nanti kita lihat. Tapi yang jelas tidak buru-buru. Enggak langsung (ditempati) hari itu juga,” kata Anies.

Sandiaga Uno menyatakan tidak akan menempati rumah dinas Wakil Gubernur yang ada di Jalan Besakih, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selama menjabat, ia memilih untuk tetap tinggal di rumah pribadinya di Jalan Pulo Bangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut Sandi, rumah dinas Wagub akan difungsikan untuk kegiatan warga masyarakat.

“Jadi rumah dinasnya digunakan untuk kegiatan warga, pengajian dan pertemuan simpul masyarakat,” kata Sandi saat ditemui di Jalan Tirtayasa II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/10).

Menurut Sandi, keputusan untuk tetap tinggal di rumah pribadi didasarkan pada lokasinya yang relatif dekat dengan sekolah anak bungsunya.

“Kebetulan anak saya sekolah di selatan. Jadi lebih memudahkan mobilisasi kalau kami tinggal tetap di selatan,” ujar Sandi. NH

Share

Check Also

Dapat 30 Kursi, Gerindra Jawara Kebon Sirih

TheJak – Partai Gerindra dipastikan akan menjadi juara di Jakarta. Partai berlambang Garuda ini bakal ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *