Selasa , 19 Desember 2017

KANTOR TJAHJO KUMOLO DISERANG

Kericuhan yang terjadi di kantor Kemendagri, Rabu (11/10).

thejak.co – Puluhan orang pendukung salah satu calon Bupati Kabupaten Tolikara, Papua, serang Kantor Kementerian Dalam Negeri di kawasan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (11/10).

“Tadi memang mereka mau diterima untuk berbicara baik-baik, tapi mereka malah tiba-tiba mengamuk,” kata Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo.

Penyerangan terjadi setelah Barisan Merah Putih Tolikara hendak bertemu Soedarmo dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono. Pertemuan direncanakan untuk membahas sengketa Pilkada 2017 di Tolikara, Papua.

Saat hendak memulai pertemuan, kelompok masyarakat itu disebut kabur dari ruangan. Mereka tak mau menemui Soemarsono dan Soedarmo, kemudian langsung menyerang Kantor Kemendagri.

“Mereka protes putusan MK. Singkatnya, si A lawan si B bersengketa, akhirnya ke MK, MK putusan sikapnya final.

Ketika MK putus A, dia minta B disahkan, Mendagri pasti akan SK-kan putusan MK. Ini contoh kongkrit ketidaksiapan dalam Pilkada, tidak siap menang dan kalah,” ujar Soemarsono.

Puluhan orang dari Tolikara ini disebut telah berada di Jakarta sejak dua bulan terakhir untuk menuntut pengesahan John Tabo-Barnabas Weya sebagai Bupati Terpilih hasil Pilkada Tolikara.

Atas kerusuhan tersebut, beberapa pot bunga dan kaca di Kantor Kemendagri pecah. Sebuah mobil dinas milik pejabat Kemendagri juga terlihat rusak.

Sementara, korban luka yang timbul akibat kerusuhan tersebut berjumlah dua orang, satu di antaranya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat.

“Saya ingin selesaikan secara baik-baik, ingin coba terima aspirasi mereka. Sebetulnya sudah ada kesepakatan tadi, tapi ternyata ada beberapa dari mereka main lempar batu dan rusak beberapa kendaraan,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menduga para penyerang kantornya adalah massa yang bergerak atas perintah oknum tertentu.

Dugaan tersebut disampaikan usai Tjahjo mendapat kabar penyerangan yang dilakukan beberapa orang dari Papua hingga menyebabkan sejumlah kerusakan di kantor Kemendagri.

Para penyerang mengatasnamakan dirinya sebagai Barisan Merah Putih Tolikara. Mereka adalah pendukung Calon Bupati Tolikara John Tabo-Barnabas Weya di Pilkada 2017.

“Karena Kemendagri ring satu Istana harus diamankan, diperkuat paspam/satpol PP malam hari jaga pagar kantor tanpa senjata.

Saya minta jajaran Kemendagri jangan terpancing kekerasan. Mereka massa yang diperintah,” ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (11/10).

Tjahjo mengaku sempat berbicara dan menerima perwakilan massa sebelum kerusuhan terjadi. Pertemuan tersebut berlangsung Selasa (10/10) malam.

“Saya sampaikan, kalau mau dialog tanya masalah pilkada silahkan besok (hari ini) ke Ditjen Polpum/Otda, bicara baik-baik.

Kedua Kelompok yang berbeda sikap terkait keputusan Pilkada sudah sering diterima kedua Dirjen tersebut,” ujarnya.

Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu juga berkata tak bisa mengintervensi hasil Pilkada Tolikara.

Dia mengatakan, Kemendagri hanya mematuhi keputusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat final atas sengketa Pilkada di Tolikara.

Tindak lanjut putusan MK itu adalah dengan mengeluarkan Surat Keputusan untuk Bupati terpilih atas Pilkada 2017.

Keputusan Pilkada bukan di Kemendagri dan Kemendagri tidak berwenang mengubah keputusan atau SK pemenang Pilkada. Keputusan final mengikat pada MK dan sudah ada keputusan MK,” katanya.

Dalam putusannya, MK menolak gugatan calon Bupati dan Wakil Bupati Tolikara, John Tabo-Barnabas Weya.

Pasangan John Tabo-Barnabas Weya menuntut MK mendiskualifikasi suara 18 distrik. Putusan tersebut mengukuhkan kemenangan pasangan Usman G Wanimbo-Dinus Wanimbo di Pilkada Tolikara. NH

Share

Check Also

XL Kembali Perluas Jaringan 4G LTE di Sulteng dan Gorontalo

  Thejak – Perluasan infrastruktur jaringan 4G LTE oleh PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *