Selasa , 21 November 2017

Soal Reklamasi, Taufik: Warga Jakarta Harus Bahagia

M Taufik (kedua dari kanan) dan Ashraf Ali (kemeja kuning) saat dialog di Golkar DKI Jakarta.

TheJak – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik merasa kasihan pada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Rasa prihatin itu lantaran gubernur dan wakil gubernur selalu dikejar-kejar soal reklamasi dan Hotel Alexis.

Padahal persoalan ibukota bukan hanya pada reklamasi dan Alexis. “Saya kasihan Anies-Sandi terus dikejar Alexis dan rekkamasi,” terang M Taufik saat menjadi pembicara di Golkar DKI Jakarta, Minggu (29/10/2017).

Kata dia, Anies-Sandi tidak perlu fokus dengan dua hal tersebut.

“Yang lebih penting selama masa kerja Anies-Sandi, warga Jakarta harus bahagia. Golnya kan membahagiakan warga,” terang Ketua Gerindra DKI Jakarta ini.

Namun, Taufik mengungkapkan, persoalan reklamasi harus terus didiskusikan dan dicari jalan keluar agar masyarakat bisa bahagia. Kemudian, investor pun tidak kecewa. “Ini yang perlu dicermati dan perlu diskusi panjang,” terang mantan Ketua KPUD DKI Jakarta ini.

Saat memberikan sambutan, Sandi mengungkapkan kalau dirinya secara tegas menolak reklamasi. Dia mengaku, dirinya bersama Anies terpilih lantaran warga ibukota memandatkan untuk menolak reklamasi.

Kurang Sosialisasi

Ketua Frakai Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali, menilai gelombang protes soal reklamasi karena adanya sumbatan informasi. Artinya, tidak adanya sosialisasi yang dilakukan pengembang.

Menurutnya, ada informasi reklamasi yang tidak sampai kepada pihak yang tersangkut, terutama nelayan. “Pemprov, pengembang, masyarakat dan nelayan harus duduk bersama,” ujarnya.

 

Dia menduga, ada ketertutupan soal reklamasi. “Ada aspirasi yang tidak berlanjut. Tidak nyambung, stagnan, munculah ledakan, protes dan sebagainya,” terang Ashraf.

Ashraf menilai menutup laut untuk membuat daratan baru bukan sesuatu yang tabu. Karena, banyak ibukota negara melakukan reklamsi dan hasilnya menjadi negara maju.

Secara ekonomi, reklamasi juga menguntungkan. Oleh sebab itu, Ashraf memadang reklamasi dapat dilakukan sepanjang tidak merugikan warga dan lingkungan.

“Saya melihat pulau yang dibangun 17 pulau ada 5.155 Ha. Ini hasilkan sisi ekonomi besar. Kalau ada nanti bangunan pemukiman perkantoran dan sebagainya diperkirakan bernilai Rp 500 T,” bebernya.

Ia nenambahkan reklamasi tidak datang tiba-tiba. Sejak era Soeharto sudah direncanakan. “Kalau menguntungkan, tidak merugikan rakyat dan nelayan, kenapa tidak,” tambahnya.(NS)

 

 

Share

Check Also

Ketua KPPU : Trip Perancis Bukan Ketemu Aqua Danone

thejak.co – Selama lima tahun belakangan kiprah KPPU makin terlihat. Terlebih setelah dipimpin oleh Ketua ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *