Senin , 18 Desember 2017

7 Juta Jiwa Terancam Gagal Nyoblos di 2019

Ilustrasi

thejak.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, berharap masyarakat yang sampai saat ini belum merekam data kependudukan untuk kepentingan penerbitan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) segera melakukannya.

Hingga kini, dari sekitar 189 juta wajib e-KTP, masih ada tujuh juta jiwa yang belum melakukan perekaman.

“Pemerintah akan terus berupaya, tetapi berharap masyarakat juga ikut proaktif (melakukan perekaman). Mungkin yang tinggal di apartemen, di kota-kota besar, yang tugas belajar atau ada keperluan hingga tinggal di luar negeri ikut proaktif,” ujar Tjahjo di Jakarta.

Warga yang belum melakukan perekaman terancam kehilangan hak pilihnya. Sebab, kemungkinan besar basis data pemilih pada Pemilu 2019 menggunakan data kependudukan berbasis elektronik.

“Nanti petugas (penyelenggara pemilu) harus tegas. Yang terdaftar di TPS (tempat pemungutan suara) harus punya e-KTP, memastikan yang bersangkutan tinggal di situ,” tandas Tjahjo.

Tjahjo pun berharap partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 meningkat dari pilkada serentak yang digelar 2017 lalu, yakni  dari 74 persen menjadi 78 persen.

“Kami berharap tingkat partisipasinya meningkat. Khususnya di daerah-daerah yang penduduknya sangat padat seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Tjahjo.

Selain itu, mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini juga berharap pada pilkada serentak 2018 yang digelar di 171 daerah, politik uang dapat ditekan.

Dengan demikian kepala daerah yang terpilih benar-benar tokoh yang mampu membawa perubahan lebih baik bagi daerah-daerah yang ada.

“Kepala daerah yang amanah, yang dipilih oleh rakyat tanpa ada politik uang. Kemudian berharap dengan sanksi yang tegas, para calon kepala daerah menghindari kampanye hitam apalagi isu SARA, ujaran kebencian.

Kampanye harus benar-benar adu konsep, program dan gagasan untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan,” katanya.

Agar harapan-harapan tersebut dapat tercapai, Tjahjo memohon kepada semua pihak terutama media massa, membantu menyosialisasikan pentingnya masyarakat menggunakan hak pilih. Selain itu juga hal-hal terkait harapan tak adanya kampanye hitam dan politik uang. DED

Share

Check Also

Kasus Plagiat Paten KSLL Masuk Meja Hijau

  THEJAK – Kemelut perseteruan antara penemu dan sekaligus pemilik  paten  Kontruksi Sarang Laba- Laba ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *