Senin , 18 Desember 2017

Anies-Sandi Diminta Ganti Pejabat Masa Ahok-Djarot

thejak.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, didesak agar segera mengganti para pejabat yang diangkat saat era gubernur dijabat Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, melalui lelang jabatan dan talent scouting.

Desakan ini disampaikan Ketua Gerakan Oposisi untuk Anies-Sandi (GONTAS), Sugiyanto, terkait adanya jadwal pengarahan oleh Anies-Sandi kepada para pejabat wilayah seperti bupati, walikota, camat dan lurah, di Balaikota DKI, kemarin.

“Proses seleksi dengan lelang jabatan maupun talent scouting hasilnya sama saja, tidak menghasilkan pejabat yang berkualitas, kecuali pejabat-pejabat yang minim pengalaman, minim ide dan gagasan, dan hanya mengikuti apa perintah atasan,” katanya.

Menurut aktivis yang akrab disapa SGY tersebut, karena buruknya hasil kedua jenis seleksi itu, penyerapan APBD sepanjang 2012-2017 rata-rata rendah, bahkan penilaian BPK atas laporan keuangan DKI sekali mendapat disclaimer dan empat kali WDP (wajar dengan pengecualian).

Tak hanya itu, dalam rentang lima tahun tersebut juga muncul berbagai kasus korupsi yang menjadi perhatian publik, seperti dugaan korupsi pada pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan lahan di Cengkareng, juga pembangunan yang diduga kuat melanggar peraturan seperti pembangunan RPTRA yang menggunakan dana CSR yang tidak dimasukkan dulu ke kas negara, dan pembangunan Simpang Susun Semanggi dengan dana kompensasi atas kelebihan koefisien lantai bangunan (KLB) yang juga tidak disetorkan ke kas daerah.

“Lelang jabatan dan talent scouting hanya kedok untuk tujuan yang sebenarnya, karena faktanya seleksi yang dilakukan lebih kental nuansa like and dislike-nya, dan kroniismenya.

Tak heran kalau saat Pilkada DKI 2017 yang lalu, mereka jelas sekali tidak netral karena berpihak kepada pasangan Ahok-Djarot,” imbuh SGY.

Mantan Presidium Anies-Sandi ini menegaskan, saat ini ada dua hal penting yang harus dilakukan Anies-Sandi untuk merealisasikan visi misi “Maju Warganya, Bahagia Warganya”.

Pertama, mengganti para pamong yang tidak berkualitas yang dihasilkan dari lelang jabatan dan talent scouting, yakni walikota, bupati, camat dan lurah. Setelah itu kepala dinas dan kepala suku dinas, dan terakhir jajaran direksi serta komisaris BUMD.

Kedua, fokus pada APBD 2018 dan implementasinya agar program-program yang telah disusun berdasarkan visi misi, dapat direalisasikan satu per satu.

“Pengarahan gubernur dan wagub kepada bupati, walikota, camat dan lurah hari ini merupakan momentum untuk mengevaluasi mereka. Pertahankan yang berkualitas, ganti yang tidak bermutu,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Bersama Jakarta (FBJ) Budi Siswanto, juga meminta Anies-Sandi agar mengganti semua pejabat yang diangkat di era Jokowi, Ahok, Djarot dalam rentang lima tahun terakhir, karena dikhawatirkan keberadaan mereka justru akan menghambat kinerja pemerintahan Anies-Sandi, sehingga banyak program yang taj dapat terealisasi.

Seperti diketahui, sebelum era Gubernur Jokowi (2012-2014) yang disusul Ahok (2014-Mei 2017) dan Djarot (Mei-15 Oktober 2017), rotasi pejabat di DKI dilakukan melalui mekanisme di Baperjakat.

Di era Jokowi-Ahok, sistem itu dirubah dengan menggunakan sistem lelang jabatan, dan di era Djarot dirubah lagi dengan sistem talent scouting berdasarkan UU ASN.

SGY meminta agar Anies mengembalikan sistem seleksi untuk merotasi pejabat ke sistem Baperjakat, karena dua sistem yang diberlakukan Jokowi, Ahok dan Djarot merupakan sistem seleksi yang paling buruk dalam sejarah Jakarta. Apalagi karena hingga kini UU ASN belum memiliki peraturan pemerintah (PP) sebagai acuan pelaksanaan talent scouting oleh Pemprov. JJ

Share

Check Also

Jakarta Banjir, Kadis SDA Diujung Tanduk

thejak.co – Curah hujan dengan intensitas tinggi mulai sering mengguyur Jakarta. Musibah banjirpun menghantui seluruh ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *