Senin , 18 Desember 2017

CARI PENEROR NOVEL BASWEDAN, POLISI MINTA BANTUAN DUKUN

Novel Baswedan

thejask.co – Polda Metro Jaya telah menyebarkan hotline untuk menerima informasi masyarakat terkait terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sejak diumumkan, polisi telah menerima ratusan penelepon.

“Ada 290 telepon masuk ya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (26/11).

Hotline di nomor 081398844474 itu digunakan untuk menerima informasi masyarakat terkait sketsa wajah terduga penyiram air keras kepada Novel.

Dengan adanya hotline itu, polisi berharap masyarakat memberikan informasi terkait identitas kedua terduga pelaku tersebut.

Argo mengatakan, dari 290 penelepon itu tidak ada yang memberikan informasi terkait terduga pelaku. Mayoritas penelepon ternyata cuma mengetes hotline itu saja.

“Ada juga yang cuma ngetes saja, nomornya benar atau tidak, mencoba nomor itu benar atau tidak,” imbuh Argo.

Selain itu, ada juga di antaranya memberi masukan kepada polisi untuk upaya pencarian terduga pelaku dengan cara-cara klenik.  “Ada yang menawarkan menggunakan paranormal,” sambung Argo.

Peneliti hukum ICW Lalola Ester mengatakan satu-satunya cara menuntaskan kasus tersebut hanya dengan dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) oleh Presiden.

“Kalau misalnya memang polisi nggak mampu (menyelesaikan), kasih saja, yang bikin TGPF Presiden, gitu. Soalnya lama banget, ini kan sudah 7 bulan, sudah mau delapan bulan juga,” kata Lalola.

“Maksudnya ini hitungannya bukan kasus yang rumit ya. Justru kalau misalnya kepolisian nggak menyelesaikan ini, justru membuat publik jadi bertanya-tanya, kenapa kok polisi bisa sampai nggak mampu menyelesaikan perkara semudah ini,” imbuhnya.

Lalola menyebut pembentukan TGPF solusi untuk menuntaskan kasus Novel. Menurutnya, polisi seolah tidak memiliki niat baik untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Rasanya bukan karena nggak mampu, tapi karena nggak mau. Jadi dalam konteks itu, ya sudah, mending Presiden ambil langkah konkret, langsung saja bentuk TPGF gitu kalau memang mau sama-sama menyelesaikan penyerangan terhadap Novel ini. (Hanya itu satu-satunya cara) karena memang kita nggak lihat ada niat baik dari kepolisian untuk menyelesaikan ini,” ujarnya.

Ketua KPK Agus Rahardjo merasa tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan belum terlalu diperlukan. Pertimbangannya, Agus melihat keseriusan Polda Metro Jaya mengusut kasus itu.

“Ya kalau tadi kita melihat keseriusan teman-teman Polri menangani ini, terutama Polda Metro, sebetulnya kalau Anda lihat daftar kegiatannya mulai pertama sampai hari ini kalau diungkapkan tadi 8 meter ya? Tanggal ini ngapain, tanggal iningapain,” ucap Agus.

“Oleh karena itu, kita lihat langkah-langkahnya, effort-nya dilakukan, diceritakan, bahkan untuk mencari mug untuk tempatnya itu ke mana saja, itu diceritakan panjang sekali, oleh karena itu kami melihat keseriusan itu,” lanjutnya.

Untuk itu, Agus juga menyebut akan mengkomunikasikan hasil koordinasi dengan jajaran Polda Metro Jaya hari ini kepada orang-orang yang gencar menyuarakan pembentukan TGPF. Hal ini juga untuk mengabarkan penyelidikan kasus yang cukup signifikan.

“Jadi kalau yang seperti ini dijelaskan kepada beberapaprominence person kemudian juga mereka bisa memahami apa yang telah dilakukan.

Jadi belum waktunya kita bilang (soal TGPF). Tapi hasilnya sudah mendapatkan titik terang walau masih harus bekerja keras,” kata Agus. NH

Share

Check Also

Dapat 30 Kursi, Gerindra Jawara Kebon Sirih

TheJak – Partai Gerindra dipastikan akan menjadi juara di Jakarta. Partai berlambang Garuda ini bakal ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *