Rabu , 15 November 2017

DOKTER PSIKOPAT NYARIS DIKEROYOK WARGA

Rekonstruksi penembakan dr Letty Sultri yang dilakukan suaminya dr Helmi, di Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur.

thejak.co – Rekonstruksi penembakan dokter Letty Sultri di lokasi kejadian, Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Senin (13/11), tersangka dokter Ryan Helmi nyaris dikeroyok warga.

Rekonstruksi di Klinik Azzahra ini berlangsung cepat. dr Helmi menjalani prarekonstruksi pukul 11.25 dan keluar dari lokasi pukul 11.55 WIB.

selesai menjalani prarekonstruksi penembakan terhadap istrinya dr Letty Sultri di Azzahra Medical Center, Helmi diteriaki pihak keluarga dr Letty yang mengingikan dihukum mati.

Helmi terlihat keluar dari Klinik Azzahra, dikawal tim Jatanras Polda Metro Jaya, dr Helmi bergerak cepat masuk ke dalam mobil.

Saat dibawa keluar, dr Helmi kembali diteriaki dan dimaki warga dan pihak keluarga.  “Hukum mati, hukum mati!” ujar pihak keluarga dr Letty.

Di lokasi prarekonstruksi, polisi berjaga dengan senjata laras panjang. Warga masih menyemut di belakang garis polisi yang dipasang.

Helmi dengan brutal memberondong istrinya dengan 6 kali tembakan sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (9/11). Beberapa saat kemudian, Helmi menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.

Kakak ipar dr Letty Sultri, Yeti Irma, begitu emosional saat dr Ryan Helmi dihadirkan polisi dalam prarekonstruksi di Klinik Azzahra. Dia selama ini mengenal dr Helmi sebagai sosok yang kasar.

Yeti mengatakan Helmi dia kenal selama ini sangat jauh dari keluarga besarnya.”Tersangka nggak pernah silaturahmi. Lebaran pun nggak pernah ke mertua. Hampir 4 tahun nggak pernah datang Lebaran,” kata Yeti.

Saat prarekonstruksi digelar, Yeti sangat geram terhadap dr Helmi. Yeti sempat berteriak dan menuntut pelaku dihukum mati.

Kenangan Yeti dengan apa yang selama ini dialami dr Letty memang masih sangat membekas. Dia menyebut adik iparnya itu kerap diperlakukan kasar oleh  Helmi. Yeti juga ingat bekas lebam di tubuh dr Letty.

“Waktu itu ketahuannya Letty lagi main ke rumah Ibu, terus dilihat ada biru di bagian lengan. Ditanya sama Ibu, ada apa? Dicubit bilangnya,” ujarnya.

KDRT yang dilakukan Helmi, menurut Yeni, tidak hanya sekali. Puncaknya saat dr Helmi menganiaya dr Letty, bahkan hendak membakar korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan Dokter Letty ditembak dari jarak dekat. “Jaraknya dari 2 meter,” kata Kombes Argo Yuwono di Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Senin (13/11).

Jarak penembakan sadis ini diketahui dari hasil prarekonstruksi yang digelar pagi tadi di Klinik Azzahra. Ada 20 dari 23 adegan yang dijalani dr Helmi di lokasi ini. Letty ditembak dr Helmi di ruang administrasi.

Helmi menembaki korban lewat lubang kaca ruangan tersebut secara membabi buta hingga pelurunya habis. Ada 6 peluru yang dimuntahkan pelaku dari senjata api jenis revolver yang dipakainya.

Setelah menghabisi nyawa dr Letty, Helmi kemudian keluar dari Klinik Azzahra. Dia naik ojek online yang sama saat datang untuk berangkat ke Polda Metro Jaya dan menyerahkan diri. Menurut Argo, Helmi memang telah menyuruh driver ojek online itu menunggu.

Terkait ojek online yang menunggu tersebut, Argo mengaku belum bisa memastikan apakah Helmi telah merencanakan niatnya menghabisi dr Letty.

“Nanti itu penyidik yang akan membuktikan niatnya itu, perencanaannya. Kita tunggu saja,” jelas Argo.

Argo mengatakan soal senjata untuk menghabisi istrinya itu ternyata didapatkan Helmi lewat situsonline. “Senpinya ilegal, dari orang tidak dikenal,” kata Argo.

Dokter Helmi diketahui memiliki 2 senjata api. Argo memastikan salah satunya, berjenis revolver, didapat dr Helmi lewat situs online.

Argo belum mengungkap di situs jual-beli online apa dr Helmi melihat senjata ini. Dia menjelaskan polisi akan melakukan penelusuran. “sedang kita cari,” imbuhnya. NH

Share

Check Also

Rekom Cabub dari Hanura Bau bau Disoal

  THEJAK – Jelang pilkada Bau bau, Sulawesi Tenggara gesekan terjadi di internal partai Hanura. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *