Senin , 18 Desember 2017

Kasus Basway, Depe Tantang Anies-Sandi

Foto keributan Depe dan petugas busway yang heboh di medsos.

thejak.co – Penyanyi dangdut Dewi Persik tidak terima dipermalukan petugas Busway. Artis asal Jember, Jawa Timur, menantang Gubernur dan Wakil Gubernur Anies-Sandi untuk berikan contoh yang baik terhadap anak buahnya itu.

Gara-gara itu, ia mengaku sudah menunjuk seorang pengacara. Depe rencana mau membuat laporan polisi.
Sang pedangdut mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti untuk menyeret orang yang telah melakukan tindakan tak menyenangkan terhadapnya terutama suaminya, Angga Wijaya, yang korban makian warga dan dorongan petugas TransJ.

“Sudah tunjuk pengacara, Pak Maha. Dia bilang terserah dengan mbak Depe, tergantung dengan kebesaran hati mbak Depe. Kalau mau diusut, bisa.

Kita cari, dan kita laporin atas dasar tindak tidak menyenangkan,” ujar Dewi Persik saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (26/11).

“Kecuali kita bohong, bilang dikawal tapi sebenarnya tidak, ada bukti dan fakta. Kecuali kita bilang ada yang sakit, padahal tidak ada. Kalau kita udah punya bukti-bukti ini, orang itu bisa kita bawa ke jalur hukum,” paparnya lagi.

Awal kejadian Dewi Persik dan suaminya dimaki bermula saat keduanya berusaha masuk jalur busway. Petugas TransJ saat itu menahannya.

Saat itu, Dewi Persik berdalih ingin segera menangani asistennya yang terkena asma. Namun petugas TransJ tak mendengar alasannya dan memintanya mundur dan disebut juga sudah mendorong suami Dewi.

Dewi Persik dimaki warga dan petugas TransJ setelah mobilnya ingin masuk jalur busway, padahal saat itu dalam keadaan darurat lantaran membawa orang sakit. Ia rupanya masih kesal karena tindakan tersebut.

Sang pedangdut juga belum menerima tindakan kurang menyenangkan yang dilakukan petugas TransJ, karena tak mendengarkan alasannya dan malah mendorong suaminya, Angga Wijaya. Momen itu juga membuat ramai sampai warga merekamnya di jalanan.

“Kalau mbak Depe punya kebesaran hati, yang begitu dimaafkan saja. Cuman, kenapa ya, sampai sekarang belum bisa terima. Aku divideoin. Dipermalukan. Aku senyum,” ujar Depe.

“Aku sudah jelaskan di Instagram aku karena panjang sekali pernyataan saya. Itu bentuk kekesalan saya. Saya merasa kecewa kok masyarakat main hakim sendiri.

Masyarakat yang pakai baju hijau-hijau itu terus sama yang pakai orange itu. Mereka tiba-tiba mau keroyok dia, gebukin dia,” tuturnya lagi.

Depe mengaku sudah minta tolong kepada petugas TransJ untuk membukakan portalnya karena ada orang sakit. Namun, hal itu tak digubris baik petugas tersebut.

Depe juga mengatakan dirinya telah dikawal dan mendapat izin polisi masuk jalur busway. Akan tetapi lagi-lagi, petugas TransJ bersikap acuh malah disebut melakukan tindakan tak menyenangkan ke suaminya, Angga Wijaya.

“Petugasnya yang ngotot. Polisinya sudah mengizinkan. Apakah petugas portal itu punya kewenangan lebih dari polisi?,” tukas Dewi Persik.

Depe mengaku tak akan pernah sembarangan masuk jalur busway jika tidak dalam kondisi genting. Di sisi lain, ia juga masih tak terima dengan perlakuan petugas portal TransJ yang main dorong.

“Saya publik figur tidak mungkin sewenang-wenang masuk jalur busway terus tolong bukain. Itu nggak mungkin. Kita masih waras. Kita punya alasan dan kenapa alasan kita tidak terima tapi dia bilang gue nggak mau tahu,” kata Depe.

“Tidak boleh petugas portal ngomong gitu. Harusnya tahu di dalam ada siapa. Saya minta cek kalau ada orang sakit di mobil tapi dia malah dorong dia (nunjuk suaminya, Angga). Belum dicek sudah bilang alasan,” lanjutnya.

Dewi Persik juga menyesalkan sikap masyarakat sekitar lokasi kejadian yang mudah tersulut emosi. Padahal, ia sudah bicara baik-baik dan polisi pun mempersilahkan lewat jalur TransJ.

“Masyarakat juga harusnya jangan terprovokasi. Polisinya tenang. Yang satunya komporin dasar lo publik figur lo main ambil jalur busway sudah gebukin aja,” pungkas Depe.

Peristiwa Dewi Persik dan suaminya dimaki warga dan petuga portal busway terjadi di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Awal mulanya, Dewi menyewa polisi untuk mengawalnya mengantarkannya ke rumah sakit lantaran asma asistennya kambuh dan sangat darurat.

Jalanan kemudian terlihat macet dan saat itu Dewi Persik diminta untuk masuk ke jalur busway. Sayangnya, usaha Dewi terhalang izin petugas portal TransJ sampai akhirnya ada insiden dorongan dan makian warga.

Kepala Humas Transjakarta Wibowo mengatakan artis Dewi Persik yang mengendarai mobil Jaguar B 12 DP menerobos busway di Pejaten, Jakarta Selatan. “Mau ke rumah sakit pakai mobil ambulans, masa Jaguar,” kata Wibowo .

Wibowo mengatakan hanya kendaraan tertentu yang dikecualikan masuk busway, bukan kendaraan pribadi. Wibowo menyebut, insiden pada Sabtu (24/11) malam menggambarkan kurang disiplinnya pengemudi Jaguar untuk tertib berlalu lintas.

“Dia masuk jalur TransJakarta itu sudah menggambarkan kepribadian yang melanggar peraturan,” imbuh Wibowo.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengomentari masalah mobil Dewi Perssik yang masuk jalur busway.

Meskipun Dewi beralasan sedang dalam keadaan mendesak untuk mengantar asistennya ke Rumah Sakit Fatmawati, hal itu tetap dilarang.

“Bagaimanapun juga enggak boleh lewat busway, kecuali dia (Dewi Perssik) posisinya berada di mobil ambulans. Kalau dia pakai mobil pribadi, sorry nih, tahu dari mana dia sakit,” kata Andri di kawasan car free day, Minggu (26/11).

Andri mengatakan, kendaraan yang boleh melintasi busway saat terdesak adalah mobil pemadam kebakaran dan ambulans. Jika Dewi Perssik beralasan mengantar orang sakit,  sebaiknya asistennya diantar dengan ambulans.

Andri mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki call center yang bisa dihubungi warga saat membutuhkan ambulans.

“Jalur khusus transjakarta bisa untuk jalur evakuasi dalam keadaan darurat. Tetapi harus resmi kaya ambulans dan pemadam kebakaran,” kata dia.

Kata Andri, mobil yang dalam pengawalan tetap tidak bisa lewat busway. Mobil tersebut tetap harus dipandu pamdal melewati jalan biasa.

“Jadi kalau dia minta pengawalan, itu juga boleh, tetapi tetap enggak bisa pakai busway,” imbuhnya. ADT

Share

Check Also

Dapat 30 Kursi, Gerindra Jawara Kebon Sirih

TheJak – Partai Gerindra dipastikan akan menjadi juara di Jakarta. Partai berlambang Garuda ini bakal ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *