Selasa , 19 Desember 2017

Mantan Kapten Ungkap Momen Memalukan di Skuad Garuda

Firman Utina saat membela Timnas Indonesia.

thejak.co – Mantan kapten Timnas Indonesia, Firman Utina, membeberkan pengalamannya dilatih Alfred Riedl pada Piala AFF 2010 silam.

Dia merasa Luis Milla mendapati kesulitan yang sama seperti Riedl kala menangani Timnas Indonesia U-23.

Luis Milla dikontrak dua tahun oleh PSSI untuk melatih Skuad Garuda hingga Asian Games 2018. Dia diberi kewenangan untuk menyeleksi pemain-pemain muda yang tersebar di seluruh klub Indonesia untuk dibawa tampil ke beberapa kompetisi.

Di tangan pelatih asal Spanyol ini, Timnas Indonesia telah gagal di Kualifikasi Piala Asia U-23. Hansamu Yama dan kawan-kawan juga membawa pulang medali perunggu di SEA Games 2017.

Kondisi ini dianggap wajar oleh Firman Utina lantaran Milla punya kesulitan menggabungkan kemampuan para pemain yang diseleksinya. Belum lagi masing-masing pemain punya pengalaman yang berbeda-beda saat di akademi.

“Maaf kata, di timnas dulu pun kita masih diajari untuk melakukan long-ball dengan baik. Padahal sudah bukan waktunya dia. Kasihan kan?,” kata Firman kepada wartawan, baru-baru ini.

Firman merasakan tangan dingin pelatih asing di Timnas Indonesia saat Alfred Riedl direkrut PSSI pada Mei 2010 silam, beberapa bulan sebelum Piala AFF digelar di bulan Desember.

Riedl tak hanya mengajarkan filosofi dan taktik baru kepada Skuad Merah Putih, namun juga teknik bermain bola.

“Saya juga merasa diajari. Masalahnya apa? Karena di usia dini kita sekadar main. Bayangkan ada 30 pemain dengan satu bola, bagaimana kita bisa belajar teknik dasar dengan baik,” ujar Firman.

“Awalnya pelatih luar datang hanya ingin ambil pemain dari klub-klub dan mengatur sistem. Tapi ternyata dia harus ngelatih lagi cara passing yang bagus, posisi diri seperti apa. Ini aneh dan memalukan. Kita seperti diludahin,” sambung Pemain Terbaik Piala AFF 2010 ini.

Firman Utina pun meminta masyarakat Indonesia tak berekspektasi berlebih atas pencapaian Timnas Indonesia U-23. Sebab Luis Milla sedang bekerja keras membentuk karakter bermain sesuai filosofinya agar timnas membawa gelar juara di masa depan.

“Saya dukung Milla. Saya juga bersabar, saya juga bantu di sepakbola usia dini dengan banyak diskusi dengan Mas Bima (asisten pelatih Timnas, Bima Sakti), Om Danur (Direktur Teknik PSSI Danurwindo), dan terutama orangtua pemain,” ucap Firman.

Lebih lanjut, Firman berharap banyak pada penunjukan Bima Sakti sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19. Dia optimistis karakter bermain Timnas Indonesia U-23 bisa diteruskan dengan baik oleh Bima Sakti ke Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan.

Bima Sakti ditunjuk PSSI untuk membidani Timnas Indonesia U-19 menggantikan Indra Sjafri. Sebelumnya, sejak Maret 2017 lalu dia telah mendampingi Luis Milla Aspas sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia. ERY

Share

Check Also

Mayte Rodriguez Tolak Dihamili Bintang Klub Arsenal

thejak.co – Artis asal Chile, Mayte Rodriguez membantah dirinya sudah dihamili bintang Arsenal, Alexis Sanchez. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *