Rabu , 22 November 2017

Normalisasi Kali di Jakarta Disebut Banyak Bermasalah

Gubernur Anies Baswedan saat meninjau banjir di Jatipadang, Kaksel beberapa waktu lalu.

thejak.co – Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi sepertinya sedang bermanuver. Kepada Gubernur DKI Anies Baswedan, Tri menyebut normalisasi sungai di Jakarta banyak yang bermasalah.

Tak hanya kondisi kali di beberapa wilayah, Tri Kurniadi juga membeberkan permasalahan normalisasi sungai yang ada di Jakarta Selatan kepada Anies. Ia menyebut normalisasi Kali Pulo banyak permasalahan.

“Ada laporan dari Walikota Jaksel. Ada problem normalisasi di beberapa sungai, yang dilaporkan tadi (di Jaksel) adalah di Kali Pulo,” ujar Anies di Balai Kota, Senin (13/11).

Untuk menjawab laporan Walikota Jaksel tersebut, Anies mengaku akan menggelar rapat pimpinan terbatas (rapimtas) khusus mengenai normalisasi sungai di seluruh wilayah. Anies meyakini bukan hanya normalisasi Kali Pulo yang bermasalah.

“Ketika ditanya apakah ini (Kali Polo) satu-satunya masalah, tidak, ada banyak masalah. Makanya saya kumpulkan (pimpinan) lalu dibuatkan solusi di tiap-tiap wilayah yang hari ini mengalami kendala dalam normalisasi sungai,” tegas Anies.

Anies menambahkan, di beberapa sungai terjadi pendangkalan dan penyempitan, sehingga saat musim hujan tiba, debit air bertambah dan meluber.

Belum lagi air banjir kiriman dari daerah penyangga seperti Depok dan Bogor. Oleh karena itu, Anies dan jajarannya butuh waktu yang lebih lama untuk membicarakan masalah normalisasi sungai tersebut.

“Tadi ditunjukkan beberapa wilayah yang seharusnya lebar sungainya minimal 10 meter, di tempat itu lebarnya ada yang hanya 2 meter.

Yang terjadi sudah jelas, potensi banjir menjadi sangat besar. Itu yang terkait dengan normalisasi yang tadi kita bicarakan agak panjang,” tutup Anies.

Tidak becusnya normalisasi kali diduga menjadi penyebab tanggul sungai di beberapa wilayah jebol saat turun hujan lebat.

Anie mengaku sudah memantau lokasi tanggul yang jebol pada Minggu (12/11) malam. Di antaranya tanggul jebol di daerah Jatipadang, Jakarta Selatan.

Akibat jebolnya tanggul, warga di sekitar tanggul harus menginap di tempat ibadah terdekat. Selain itu, tebing dengan tinggi 15 meter longsor di Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Saya tadi malam berbicara langsung dengan sekretaris lurah, untungnya tidak berdekatan langsung dengan pemukiman sehingga longsornya tidak berdampak ke warga,” katanya.

Mantan Menteri Pendidikan ini mengungkapkan, longsor yang terjadi di Ciganjur diduga karena adanya tumpukan material. Beratnya material, diduga menjadi salah satu penyebab longsor pada tebing selebar 10 meter.

“Apalagi laporan lisan tadi malam ada penumpukan barang-barang material pembangunan yang membuat beban di atas semakin besar nah efek dari itu jika hujan lebat bisa longsor,” jelasnya.

Kemudian terpantau juga kawasan Ulujami yang tergenang akibat meluapnya Kali Pesanggrahan. Anies mengatakan, saat ini status dari Kali Pesanggrahan yakni siaga tiga. Untuk itu dia terus melakukan monitoring.

“Monitornya menit ke menit, kita komunikasi terus. Nanti begitu ada situasi yang haruskan ada aksi cepat, kita akan bereskan, sejauh ini statusnya siaga 3,” tandasnya. RBN

Share

Check Also

DPRD Sepakat Bentuk Pansus Skandal PJU

thejak.co – Skandal proyek penerangan jalan umum (PJU) di Dinas Perindustrian dan Energi (PE) DKI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *