Senin , 11 Desember 2017

Pemda Seharusnya Sering Melakukan Pembinaan

Ilustrasi

thejak.co – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) pada 2019 dinilai banyak kekeliruan dan sebabkan banyak kerugian pada pelaku usaha kecil. Pemerintah daerah seharusnya melakukan pengawasan, pembinaan dan pengendalian bukannya pelarangan.

Pakta Konsumen, Harry Cahya, menuturkan berdasarkan catatannya, saat ini Perda KTR  berada di 258 daerah dan 60 persennya sudah diberlakukan.

Namun sifatnya bukan pengaturan, melainkan pelarangan. Dimana, ruang lingkup penjual dan perokok diperkecil hingga membuat rokok menjadi seperti barang ilegal. Apalagi, ruang khusus merokok tidak diakomodir dalam Perda tersebut.

Padahal, kata Harry, dalam peraturan Peraturan Pemerintah (PP) 109 Tahun 2012 dan Undang-Undang 2009 tentang kesehatan, secara terperinci mewajibkan produsen rokok mencantumkan bahaya merokok dalam kemasan, gambar dampak buruk merokok, kandungan tar dan nikotin, hingga pemasangan iklan rokok dan penetapan kawasan tanpa rokok.

“Kami meminta Perda KTR yang tidak singkron dibatalkan. Kami melihat Semangat Perda KTR bukan lagi sebagai instrumen penataan, tetapi pelarangan,” ujar Harry dalam diskusi ‘Inkonsisntensi Hukum Nasional Daerah dan kepastian Usaha’ yang diselenggarakan Jakarta Discussion Forum di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (27/11).

Harry menjelaskan, dalam proses pembuatan Perda, konsumen tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi. Padahal, konsumen rokok memberikan kontribusi yang signifikan. Pada 2016 saja, penerimaan negara dari cukai rokok sekitar 9 persen.

Ketua Bidang Litbang Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Sjukrianto Yulia, menyebut setidaknya ada 10-15 persen penurunan omzet pedagang rokok akibat adanya Perda KTR yang sifatnya melarang. BCR

Share

Check Also

Gandeng UMB, Inkado Beri Beasiswa Atlet Berprestasi

thejak.co – Sebanyak 1.500 karateka dari 34 provinsi seluruh Indonesia akan ambil bagian dalam kejuaraan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *