Senin , 27 November 2017

POLISI BONGKAR SABU 17 KILO DAN 17 RIBU EKSTASI DI MOBIL LUXIO

Polda Mertro Jaya menggelar barang bukti sabu.

thejak.co – Peredaran narkoba di Jakarta makin mengerikan. Kemarin, Subdit II Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membongkar ‘gudang berjalan’ narkoba dari 4 orang tersangka. Jaringan ini dikendalikan oleh seorang napi berinisial DS alias DR di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

“Mereka bergerak atas perintah dari (napi di) lapas. Kami masih kembangkan,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (26/11/).

‘Gudang berjalan’ yang dimaksud yakni di mana para tersangka menggunakan mobil Daihatsu Luxio untuk mengantarkan barang haram kepada jaringannya. Barang haram dari ‘gudang berjalan’ ini nantinya diambil oleh tersangka AF yang kemudian bertugas mengantarkan ke pemesan.

“Dia (mobil Luxio) bergerak, nanti dipindahkan ke motor yang merupakan kaki tangannya, kemudian berikutnya dia transaksi ke pengedar yang lebih rendah,” sambungnya.

Dalam kasus ini, selain menangkap AF, polisi juga menangkap Hes (pacar AF), MAS dan MLY alis Komo. DS sendiri berkomunikasi dengan perantara–yang sering membesuknya–yang saat ini masih diburu oleh polisi.

“(Keempat tersangka yang tertangkap) mereka ini hanya (bertugas) mengantar, menyimpan, dan mengatur keuangan,” sambung Suwondo.

Suwondo mengatakan barang bukti tersebut diduga berasal dari China. Mereka susah beroperasi selama 1 tahun.

“(Perkiraan omzet) 1 Kg (harganya) Rp 400 juta, sedangkan 10 Kg sudah dijual, jadi sekitar Rp 4 miliar,” tutur Suwondo.

Kasubdit II Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander mengatakan, total ada 27 kg sabu yang diantarkan menggunakan mobil Daihatsu Luxio kepada jaringannya. Hanya saja, 10 kg lainnya sudah berhasil diedarkan kepada seseorang yang masih diburu polisi.

“Nah yang 17 kg itu yang kita temukan dari para tersangka ini,” kata Doni.

Tersangka AF ditangkap di atas motor Vespa Piagio warna putih dan saat digeledah ditemukan 2 Kg sabu. Dari penangkapan itu, polisi melakukan pengembangan ke rumah di Jl Abdullah 2 Gang Asem Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Tangerang dan ditangkap seorang perempuan berinisial Hes yang merupakan kekasih tersangka AF.

“Di situ ada 14 Kg sabu dan 17 bungkus diduga ekstasi dengan masing-masing bungkus berisi 1.000 butir sehingga total ada 17 ribu butir ekstas,” sambung Suwondo.

“Dari keterangan tersangka AF dan Hes ini, menerangkan bahwa barang bukti tersebut diambil oleh tersangka AF bersama tersangka MAS di depan Dunkin Donys Kompleks Metro Permata, Karang Mulya, Tangerang yang disimpan di dalam mobil Daihatsu Luxio yang kita sebut sebagai ‘gudang berjalan itu tadi’,” terang Doni.

Tersangka MAS ditangkap di rumahnya di Kompleks DPR Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat pada Senin (20/11). Polisi menyita 1 unit handphone dari tersangka MAS.

Berdasarkan keterangan AF pula, dia mengakui bahwa total sabu yang diambil dari ‘gudang berjalan’ itu sebanyak 27 Kg. Sebanyak 10 Kg di antaranya sudah berhasil dijual oleh tersangka AF dan MLY alias Komo kepada jaringannya.

“Tersangka MLY kita tangkap pada Jumat (24/11) di Kelurahan Belendingan, Kecamatan Benda, Kota Tangerang dan disita 1 unit handphone,” tutur Doni.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan penindakan terhadap jaringan narkotika.

“Tiap hari kita bekerja untuk mengungkap jangan sampai orang Jakarta dijajah narkoba. Dibawah kendali Direktur Narkoba dan staf kita laksanakan kegiatan sehingga mengurangi masyarakat Jakarta menggunakan narkoba,” tandas Argo. BCR 

Share

Check Also

TOWER BTS ROBOH, 3 RUMAH HANCUR

thejak.co – Hujan deras diserta angin kencang yang melanda Jakarta, Minggu (26/11) membuat tower Base ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *