Senin , 11 Desember 2017

Polisi ‘Negeri Kanguru’ Bantu Polri Pecahkan Kasus Novel Baswedan

Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan

thejak.co – Kepolisian Indonesia mengaku telah membuat kemajuan dalam usaha mengungkap sebuah kejahatan terkenal yang belum berhasil terungkap berkat bantuan Kepolisian Federal Australia (AFP).

Sejumlah pakar teknis dari Kepolisian Federal Australia (AFP) telah membantu meningkatkan rekaman CCTV dari tersangka pelaku penyerangan terhadap penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Novel Baswedan terluka parah pada April 2017 lalu saat penyerang yang menggunakan sebuah sepeda motor melemparkan  sebotol cairan asam ke wajahnya.

“Gambar CCTV (dari peristiwa penyerangan itu) tidak memiliki kualitas High Definition (HD) dan kami membutuhkan keahlian dan kerja sama teknik asing,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis.

Menurut Kepolisian Daerah Metro Jaya, gambar yang telah dibersihkan tersebut berhasil menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam kasus ini, dan mereka mendesak masyarakat untuk menyerahkan tersangka.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sedang menginvestigasi politisi yang diduga telah mencuri uang triliunan rupiah, di antara kasus-kasus korupsi lain yang ditanganinya.

Novel Baswedan dipindahkan ke Singapura untuk menjalani operasi pascaserangan tersebut dan belum kembali ke Indonesia.

Ketua KPK, Agus Rahardjo, mengucapkan terima kasih kepada AFP atas bantuannya.

“Atas nama institusi dan juga secara pribadi, saya sangat menghargai usaha ini dan sungguh, sangat berharap pelaku kejahatan bisa segera ditangkap. Mari kita berdoa untuk itu,” katanya.

Terpisah, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane masih optimistis bahwa Polda Metro Jaya bakal mampu menangkap penyiram air keras ke wajah Novel Baswedan.

Optimisme Neta bertambah setelah Polda Metro Jaya merilis dua sketsa terbaru tentang wajah terduga peneror penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

“Jika ditanya apakah IPW yakin kasus ini akan terungkap dan kedua pelakunya tertangkap, tentunya tak mudah untuk mengungkapnya. Tapi IPW yakin kepolisian mampu dan akan bisa menangkap pelakunya,” tandas Neta.

Menurut Neta, kasus Novel ini sudah enam bulan berlalu. Sebagian masyarakat terus mempertanyakan kapan kasus ini akan terungkap.

Mantan wartawan itu mengaku memahami kesulitan yang dihadapi polisi sehingga peneror Novel tak kunjung terungkap. Sebab, saksi yang ada sangat minim.

Namun begitu, Neta melihat kepolisian sudah bekerja keras melakukan pengungkapan. Buktinya, polisi sudah mendalami beberapa closed circuit television (CCTV) dan sejumlah saksi serta barang bukti di tempat kejadian perkara. DED

Share

Check Also

Gandeng UMB, Inkado Beri Beasiswa Atlet Berprestasi

thejak.co – Sebanyak 1.500 karateka dari 34 provinsi seluruh Indonesia akan ambil bagian dalam kejuaraan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *