Rabu , 15 November 2017

Presenter Fadlan Tipu Duit Anak Bung Karno

Rachmawati dan fadlan

thejak.co Belum selesai kasus dengan travel umroh yang menjadikan tersangka terhahap Lyra Virna.

Kini suaminya, Muhammad Fadlan tersangdung kasu lagi. Ia dituduh menggelepkan uang milik anak Presiden 1, Soekarno, Rachmawati Sukarnoputri sebesar Rp 5 miliar.

Presenter Muhammad Fadlan dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan uang. Pelapornya adalah Dr Hj Dyah Pramana Rachmawati Soekarnoputri SH yang notabene adalah putri mantan Presiden RI, Soekarno.

Fadlan tak sendiri dilaporkan, melainkan bersama kawan-kawannya yang di surat itu tak dijelaskan siapa saja mereka. Hanya ada tulisan melaporkan Sdr Muhammad Fadlan DAN kawan-kawan.

Fadlan dan kawan-kawannya diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang terhadap Rachmawati Soekarno Putri senilai Rp 5 miliar.

Penipuan diduga dilakukan pada 23 Agustus 2016 lalu di Jakarta. Tak tanggun-tanggung, Rachmawati menggandeng 12 orang pengacara untuk menjerat Fadlan yang merupakan MC kondang itu. Kabar itu diposting oleh akun gosip di Instagram, lambe_turah.

Kejadian bermula saat Fadhlan Muhammad mengajak Rachmawati Sukarnoputri untuk berinvestasi di perusahaannya, PT Penta Berkah.

“Saat itu ibu (Rahmawati) mempertimbangkan teman anaknya, tidak berpikir ibu jadi korban, sehingga dia percaya invest tersebut benar,” ujar pengacara Rachmawati Sukarnoputri, Kamarrudin Simanjuntak, saat menggelar konferensi pers di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (13/11).

Kammarudin menambahkan bahwa, setelah Rachmawati menggelontorkan uang sebesar Rp 5 miliar kepada Fadlan Muhammad, dirinya merasa ada kejanggalan.

“Ibu invest sebesar Rp 5 M itu untuk tujuan pembangunan Pondok Hotel di Batu, Malang, Jawa Timur. Tapi setelah diserahkan perusahaan itu bermasalah,” lanjutnya.

“Ibu Rachmawati merasa dibohongi dan tertipu, sehingga ibu mengundurkan diri. Di mana ibu sebagai komisaris pemegang saham 51 persen.

Mundurnya Beliau harus dikembalikan Rp 5 M. Uang itu belum bisa dikembalikan alasan belum ada uangnya,” jelas Kammarudin.

Rachmawati menduga aset kekayaan Fadlan meningkat sebanyak Rp 13,5 miliar, terdiri dari uang tunai Rp 3,15 miliar, 30 kali berangkat umrah dan empat kali haji.

Sementara itu, pihak tim kuasa hukum Fadhlan Muhammad, Rasman Muhammad dan Muhammad Aa, mengelak bahwa kliennya telah melakukan penggelapan atau penipuan. Menurutnya, semua kegiatan dalam perusahaan tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama.

“Saya mau menegaskan bahwa yang tidak ada yang namanya dikatakan penipuan. Karena bisnis ini adalah real, kesepakatan bersama di dalam akte dari usaha disebut Ibu Rachmawati Sukarnoputri sebagai komisaris utama dan saudara Fadlan Muhammad menjadi direktur utama,” jelas Muhamad Aa.

“Yang kedua, yang dinamakan menggelapkan tidak ada yang digelapkan. Karena segala sesuatu keuangan yang dikeluarkan itu harus ada kesepakatan yang dibuktikan dengan dua tanda tangan direktur utama dan komisaris utama. Yang di sini adalah ibu Rahmawati dan ada Fadhlan,” kata Muhammad Aa.

Lyra Virna Tersangka

Sebelumnya, dikabarkan aktris Lyra Virna dilaporkan ke polisi karena curhat melalui akun media sosial, Instagram. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, Lasty Annisa melaporkan Lyra Virna. Lasty merupakan pemilik travel ADA Tours.

“Travel ADA Tours yang bergerak di bidang jasa pemberangkatan umrah atau haji melaporkan Lyra Virna setelah melihat postingan yang bersangkutan di akun media sosial Instagram lyravirna,” ujar Argo, Selasa (10/10) lalu.

Lyra dilaporkan Lasty pada tanggal 19 Mei 2017. Dalam laporan polisi bernomor LP/2424/V/2017/PMJ/ Ditreskrimsus, Lyra dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui ITE.

“Pasal 27 (3) jo pasal 45 (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau pasal 310 KUHP dan/atau pasal 311 KUHP,” jelas Argo.

Lyra sebelumnya merencanakan pemberangkatan haji menggunakan jasa tour and travel tersebut. Lyra membatalkan dan meminta uangnya dikembalikan.

“Di media sosial Instagramnya Lyra itu berisi kata-kata ‘kenapa saya pilih Travel ini buat haji? Kenapa ga di cek dulu dan lain-lain? Gimana bisa ketipu mulut manisnya? dan kayak apa sih orangnya si lasti ini? Insyaallah akan di post jika bulan April yang dijanjikan pelunasan pengembalian dana nya mangkir lagi’,” ujar Argo.

Padahal, menurut Lasty, Lyra yang membatalkan untuk keberangkatan haji tahun 2016 dengan alasan masalah keluarga. “Dan pelapor sudah mengembalikan sebagian dari uang yang telah disetorkan terlapor,” ujar Argo. ADT

Share

Check Also

Rekom Cabub dari Hanura Bau bau Disoal

  THEJAK – Jelang pilkada Bau bau, Sulawesi Tenggara gesekan terjadi di internal partai Hanura. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *