Rabu , 15 November 2017

USAI ALEXIS, DISKOTEK DIAMOND BAKAL DITUTUP

thejak.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali membuat terobosan. Pasca menutup tempat pijat berkedok hotel, Alexis, kini kabarnya akan menutup tempat diskotek sarang narkoba Diamond.

Perlu diketahui, Diskotek Diamond adalah tempat ditangkapnya politikus Partai Golkar, Indra J Piliang menggunakan narkoba. Hingga kini, diskotek tersebut masih disegel.

Terkait penutup diskotek tersebut, Kasatpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko mengatakan, yang berhak adalah Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta.

“Kalau sesuai dengan aturan, ketika suatu tempat usaha ditemukan ada penggunaan pemakaian pengedaran narkoba. Maka sesuai dengan pasal 99 Perda 6 Tahun 2015 tentang kepariwisataan maka usaha itu sudah terkena pasal dan harus ditutup,” kata Yani, di Balaikota DKI Jakarta, kemarin.

Yani menjelaskan diskotek Diamond adalah berada di bawah pengawasan Disparbud. Ia menuturkan menunggu kajian dari Disparbud untuk menutup diskotek tersebut.

“Prosedurnya harus pembina pariwisata dan hiburan itu kan Disparbud. Kemarin saya sudah mengundang rapat di Satpol terkait hal ini,” tuturnya.

Menurut Yani, tempat hiburan itu sendiri sebenarnya sudah mendapat peringatan keras tenatng dugaan pemakaian narkoba.

“Saya masih menghormati Disparbud. Mudah-mudahan sinkron dengan saya. Saya akan menunggu petunjuk pimpinan saya, Pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Yani.

Untuk prosedur penutupannya sendiri, Yani Wahyu menyebutkan, pihaknya telah mengundang pihak Disparbud selaku pembina. Disparbud nantinya akan melakukan kajian apakah Diamond layak ditutup atau dibuka kembali.

“Satpol PP sebetulnya sesuai dengan kewenangan dia sesuai dengan UU 23/2014 tentang pemerintahan daerah memiliki kewenangan untuk melakukan penegakan seluruh perda dan seluruh peraturan kepala daerah, termasuk kebijakan-kebijakan umum. Kalau ini berlarut-larut, kami akan bertindak sendiri sesuai dengan kewenangannya,” jelas Yani.

Yani menjelaskan, meski tidak ditemukan narkoba, namun ditemukan pengguna narkoba di lokasi tersebut. Sehingga, menurutnya, persoalannya bukan di barangnya, tetapi pada kelalaian manajemen yang meloloskan pengunjung menggunakan narkoba di tempatnya.

“Kalau sesuai dengan aturan, ketika suatu tempat usaha ditemukan ada penggunaan pemakaian pengedaran narkoba, maka sesuai dengan pasal 99, Perda 6 tahun 2015 tentang kepariwisataan maka usaha itu sudah terkena pasal dan harus ditutup,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Disparbud DKI Jakarta Tinia Budiati mengungkapkan Pemprov DKI telah menerima surat dari Polda Metro Jaya terkait dugaan adanya narkoba di Diskotek Diamond. Berdasarkan surat itu, narkoba tidak ditemukan di diskotek tersebut.

“Surat dari Polda itu menyatakan tidak ada, tidak ditemukan (narkoba). Itu dari Polda lho ya, bukan dari saya, karena memang yang punya apa kewenangan untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan kan dari kepolisian, itu sudah keluar suratnya,” kata Tinia di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Jumat (10/11).

Tinia mengungkapkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI akan melakukan rapat dengan Satpol PP dan pimpinan untuk menindaklanjuti surat tersebut. Setelah itu barulah diputuskan apakah segel akan dicabut atau tidak.

“Karena yang punya kewenangan untuk penindakan dan sebagainya kan dari perdanya ada di Satpol PP,” ujar Tinia.

Untuk diketahui, Diskotek Diamond disegel setelah tertangkapnya politikus Indra J Piliang saat memakai sabu di tempat tersebut. Pemprov DKI kemudian melakukan penyegelan untuk sementara.

Saat ini Indra sudah kembali ke rumahnya setelah ditangkap. Politikus yang baru saja mengundurkan diri dari Partai Golkar itu diwajibkan menjalani rehabilitasi jalan selama delapan kali di BNN Kota Jakarta Selatan. RBN

Share

Check Also

Rekom Cabub dari Hanura Bau bau Disoal

  THEJAK – Jelang pilkada Bau bau, Sulawesi Tenggara gesekan terjadi di internal partai Hanura. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *