Senin , 11 Desember 2017

Viral, Bocah 9 Tahun Tewas Usai Imunisasi di Sekolah!

Ilustrasi

thejak.co – Seorang bocah usia 9 tahun di Palembang, Sumatera Selatan, tiba-tiba mengalami lumpuh dan meninggal dunia usai mengikuti imunisasi massal di sekolah.

Tangan, kaki dan seluruh badan Jumiarti (9) mendadak tidak dapat digerakkan pasca mengikuti imunisasi pada Jumat (10/11).

Malangnya, Jumiarti meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.

Orangtua Jumiarti, Junianto dan Meisyah, mengaku sangat terpukul atas kepergian anak sulung mereka. Menurut Meisyah, peristiwa ini snagat tidak diduga-duga sebelumnya. Pasalnya, sebelum mendapatkan imunisasi pada Jumat (10/11) anak mereka dalam keadaan sehat.

“Hari jumat itu, anak saya bangunnya pagi jam 05.00 subuh. Dia semangat sekali katanya akan ada imunisasi di sekolah,” kata Meisyah.

Jumat siang, Jumiarti pulang sekolah masih ceria dan tidak ada yang aneh. Namun saat sore menjelang malam, tiba-tiba kaki kiri Jumiarti tidak bisa digerakkan. “Anak saya jadinya berbaring saja,” ujarnya.

Sabtu pagi kondisi Jumiarti belum berubah juga. Bahkan kaki kanannya ikut-ikutan tidak dapat digerakkan. Meisyah lalu buru-buru melapor ke Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Yayasan Al Hikmah Gg Duren 7 Ulu Palembang, tempat Jumiarti bersekolah dan menceritakan kondisi anaknya.

Wakasek kesiswaan menyarankan agar Meisyah segera melapor ke Puskesmas 7 Ulu, yang menyelenggarakan imunisasi tetanus yang merupakan program nasional untuk anak-anak kelas 1-3.

“Puskesmas cepat tanggap, mereka langsung mendatangi siswa ke rumah,” ujar Sukardi, SThi, Wakasek Kesiswaan.

Karena kondisi Jumiarti belum juga membaik, akhirnya pada Sabtu (11/11) sore petugas Puskesmas merujuk Jumiarti ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.

“Kami ini orang tak punya, Puskesmas katanya menanggung semua biaya berobat,” ujar Juniarto, ayah Jumiarti.

Namun hingga Senin sore, kondisi Jumirti, belum juga ada perubahan. Bahkan tubuh Jumiarti mengalami demam. “Dari sejak sakit belum bisa buang air besar.

Kencing juga tidak terasa oleh dia, tahu-tahu kasur sudah basah. Ya Allah ngapo anak aku cak ini, sakit apo,” ujar Meisyah seraya mengaku belum ada omongan penyakit apa yang diderita anaknya dari dokter yang menangani.

Selasa (14/11) pagi kondisi bocah ini semakin parah dan mengalami sesak napas.  Jumiarti harus dibantu oksigen untuk bernafas. Sekitar pukul 09.00 WIB Jumiarti dinyatakan meninggal dunia. SIR

Share

Check Also

Heboh, Kapolsek di Sumut Diciduk Saat Penggerebekan 38 Kg Sabu!

thejak.co – Baru-baru ini netizen dibuat geger dengan penangkapan seorang Oknum Kapolsek Lolowau di Nias, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *