Rabu , 17 Januari 2018

Bos Sabu Cair Diskotek MG Menyerahkan Diri

thejak.co – Samsul Anwar alias Awank menyerahkan diri ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Anwar saat itu dijadikan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) TERKAIT penggerebekan BNN di Diskotik GM di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat.

“Samsul Anwar alias Awank yang diduga sebagai kordinator peredaran narkoba cair di diskotek MG menyerahkan diri,” ujar Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Polisi Arman Depari, Rabu (20/12).

Dalam penyerahan diri itu, Arman tak menjelaskan secara detail kejadiannya. “Saat ini dalam perjalanan menuju BNN Cawang ya,” singkatnya.

BNN telah menetapkan dua orang yang masuk dalam DPO terkait kasus pabrik narkoba di diskotek MG Internasional Club. Diskotek yang terletak di kawasan Tubagus Angke, Jakarta Barat tersebut digerebek Minggu (17/12) dini hari.

“Mereka adalah pemilik dan penanggung jawab atas nama Agung Ashari alias Rudy dan Koordinator Lapangan bernama Samsul Anwar alias Awank,” kata Arman.

Kasus ini masih dalam pendalaman serta dikembangkan dan kedua orang yang berstatus DPO tersebut sedang dilakukan pengejaran. Di samping tindak pidana narkoba, Irjen Arman mengatakan keduanya akan disidik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pada saat penggerebekan dilakukan pemeriksaan urine terhadap 120 orang pengunjung dan terindikasi positif menggunakan narkoba cair jenis MDA (Methylenedioxyamphetamine). Dengan rincian 80 pria dan 40 wanita yang saat ini sudah ditangani oleh BNNP DKI Jakarta.

“Di tempat kejadian lantai empat diskotek MG club ditemukan laboratorium pembuatan narkoba dan pada saat penggerebekan sedang bekerja ‘memasak’ narkoba,” kata Irjen Arman.

Menurut Irjen Arman, Awang memiliki banyak peran. Salah satunya sebagai pembuat kartu member Diskotek MG.”Dia ini yang pertama tugasnya membuat kartu anggota. Kemudian jika kartu anggota sudah ada, dia juga yang menerima pembayarannya,” tutur.

Menurut Arman, saat ada tamu yang masuk ke diskotek dan ingin membeli narkoba cair, Awang akan melayani. Dia kemudian memeriksa kartu apakah masih berlaku atau tidak.

“Setelah dia screening, maka dia serahkan kepada ‘kapten’ (salah satu tersangka) untuk bisa diberikan (narkoba),” jelas dia.

Awang juga yang sibuk berkomunikasi dengan kurir dan penghubung yang diperintahkan menyerahkan barang haram ke tamu Diskotek MG. Setelah diberikan, uang hasil penjualan kembali dikelola.

“Nah setelah narkoba cair akan diserahkan kepada tamu, maka dia juga yang menerima uang hasil penjualan narkoba itu,” Arman menandaskan.

BNN bersama satuan Polsek Cengkareng menggeledah rumah pemilik Diskotek MG Internasional Club yang terletak di Kompleks Perumahan Malibu Blok B 19, Cengkareng, Jakarta Barat. Buron atas nama Agung Ashari alias Rudi tidak ditemukan di kediamannya itu.

Kapolsek Cengkareng Kompol Agung Budi Leksono, petugas menyambangi rumah tersebut hari ini, Selasa (19/12/2017) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat digeledah, kondisi hunian itu dalam keadaan kosong tanpa ada seorang pun di dalam.

Pemeriksaan dilakukan hingga pukul 20.00 WIB. Meski tidak menemukan penghuni, sejumlah dokumen terkait Diskotek MG berhasil ditemukan dan disita petugas. Ada sebanyak satu koper. “Orangnya sudah tidak ada dan masih lidik,” tutur Agung di lokasi.

Selain itu, beberapa bahan kimia yang diduga racikan pembuat narkotika jenis sabu cair juga ditemukan. Termasuk paspor milik Rudi.

“Rumahnya itu ada tiga lantai. Lantai pertama digunakan seperti biasa dan lantai kedua untuk tempat kamar istirahat, tidur. Kemudian di lantai tiga itu digunakan untuk tempat kerja seperti ada laboratorium dan bahan-bahan yang berhasil ditemukan itu,” jelas dia. NH

Share

Check Also

Kelakuan Dokter di Blitar ini Jangan Dicontoh

Thejak.co-Diduga memalsukan akta cerai dan akte nikah untuk menikah lagi, seorang dokter spesialis kandungan rumah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *