Selasa , 5 Desember 2017

Disorot Publik, Dana Hibah Himpaudi Terancam Dicoret

Kontor Yayasan Himpaudi di Jalan Poltangan , Pasar Minggu.

thejak.co – Sejumlah pos anggaran di APBD DKI 2018 terancam dicoret oleh Kementerian Dalam Negeri. Salah satunya, pos anggaran hibah untuk Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).

Tak hanya hibah Himpaudi, pos anggaran untuk Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) juga memantik perhatian Kemendagri.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono mengatakan, Kemendagri sedang mengevaluasi anggaran-anggaran di APBD DKI yang jadi perhatian publik.

“Kami lihat ke dalamnya, item-item yang jadi sorotan publik, seperti TGUPP, hibah Himpaudi, itu kan banyak disorot,” ujar Soni, sapaan Sumarsono saat dihubungi, Senin (4/12).

Khusus soal hibah Himpaudi, Soni mengaku heran dengan besarnya anggaran yang mencapai Rp 40,2 miliar. Dia mempertanyakan bagaimana sebuah himpunan mendapatkan dana lebih besar dari organisasi PAUD.

“Yang subjeknya mana, jangan sampai panitianya lebih besar daripada yang dipanitiain,” sindirnya.

Selain itu, Soni mengatakan target pendapatan APBD akan diteliti untuk memastikan pendapatan yang diterima Pemprov DKI berasal dari sumber yang tidak melanggar hukum.

Selain itu, Kemendagri juga akan meninjau pos-pos anggaran yang dinilai tidak logis dan pemborosan serta tidak fokus untuk masalah banjir dan kemacetan.

“Mendagri kan sudah arahkan supaya fokus pada banjir dan kemacetan,” kata Sumarsono.

Diketahui, APBD DKI 2018 yang disahkan sebesar Rp 77,117 triliun. Adapun, pendapatan daerah dalam APBD DKI 2018 sebesar Rp 66 triliun dan belanja daerah Rp 71,1 triliun.

Sementara pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 5,9 triliun. Saat ini, draf APBD DKI 2018 dikirim ke Kementerian Dalam Negeri. Kemendagri akan mengevaluasi APBD maksimal 15 hari.

Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengakau tidak mempermasalahkan APBD DKI senilai Rp 77,117 triliun, asalkan tepat guna.

“Setelah diputus DPRD baru diserahkan ke Kemendagri, sepanjang anggaran itu untuk kepentingan masyarakat, memastikan program strategis nasional harus jalan di DKI, saya kira akan setujui,” kata Tjahjo di Hotel RedTop, Jakarta Pusat, Senin (4/12).

Tjahjo melanjutkan, kini kementeriannya akan mengevaluasi terlebih dulu agar pada 1 Januari 2018 anggaran sudah bisa digunakan.

“Kami akan mengoreksi, APBD termasuk DKI dan daerah lain harus dibahas bersama, ya. Mudah-mudahan 15 hari sudah (selesai),” jelas dia.

Tjahjo pun mewanti-wanti agar APBD tak dikorupsi.

“Itu kan baru kami koreksi, kalau (ditemukan) masalah hukum silakan ke KPK. Area rawan korupsi itu salah satunya perencanaan anggaran yang dialihkan. Itu sudah (bentuk) penyelewengan, seperti di Jambi, ini harus diusut,” tandas Tjahjo.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku tidak akan mencoret hibah Rp 40,2 miliar meski Himpaudi menjadi sorotan publik karena berlamat palsu.

“Iya (tidak akan dicoret),” ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Selasa (28/11).

Sandiaga menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan dan dirinya akan memerhatikan pendidikan anak usia dini (PAUD). Salah satu caranya dengan memberikan hibah.

Himpaudi, kata Sandiaga, merupakan lembaga yang akan menyalurkan dana hibah itu ke PAUD-PAUD di Ibu Kota.

“Lembaga seperti Himpaudi yang akan memastikan bahwa pendidikan anak usia dini itu mendapatkan perhatian daripada Pemprov, tentunya terverifikasi semuanya,” kata dia.

Sandiaga meminta semua pihak tidak saling menyalahkan adanya kekeliruan verifikasi alamat Himpaudi. Yang terpenting, lanjut dia, anak-anak PAUD akan mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan guru-gurunya juga diperhatikan.

“Yang penting, yang utama adalah pendidikan anak usia dini itu adalah hal yang sangat urgent dan critical, dan itu harus mendapat perhatian penuh dari Pemprov,” ucap Sandiaga. BCR/RBN

Share

Check Also

Ratusan Pegawai Negatif Narkoba

thejak.co – Sebanyak 700 pegawai di Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dites urine oleh Badan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *