Senin , 18 Desember 2017

Heboh Pilot ‘Nyabu’, Netizen Takut Terbang!

Oknum pilot Lion Air yang ditangkap usai mengonsumsi sabu bersama teman wanitanya di Nusa Tenggara Timur.

thejak.co – Baru-baru ini publik dibuat gempar dengan berita tertangkapnya seorang pilot pesawat Lion Air JT 924 berinisial MS (49), yang diduga menggunakan narkoba jenis sabu.

MS ditangkap personel Satuan Narkoba Polres Kupang Kota di kamar T?more Hotel Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/12) sekitar pukul 21.20 Wita.

Saat ditangkap, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 0,3 gram. Seorang wanita cantik ikut diamankan saat penangkapan sang pilot.

Wanita yang belum diketahui identitasnya itu diduga sudah bersuami. Foto MS dan si wanita beredar luas di media sosial. Keduanya difoto saat masih berada di kamar hotel tempat kejadian perkara.

MS memakai baju kaos oblong warna biru dengan bagian dada tertulis ‘Iron Maiden’ dipadu jeans. Memakai kaos lengan pendeng membuat tato di lengan kirinya terekspose.

Pria yang tinggal di RT 005 RW 009 Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Areng, Tangerang tersebut merupakan pilot senior. Sedangkan si wanita memakai baju hijau dipadu jeans hitam. Setelah diamankan, MS dan teman wanitanya digelandang ke Mapolres Kupang Kota.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules A Abast mengatakan polisi telah memeriksa urine MS. Hasilnya, urine MS positif mengandung narkotika.

“Diduga telah mengonsumsi narkotika jenis sabu dan terdapat sisa narkotika yang belum dikonsumsi seberat sekitar 0,57 mg,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti disita dalam penangkapan itu, seperti 1 bong, 4 sedotan, 2 pemantik, 1 ponsel genggam, dan 1 botol minuman keras merek Black Label yang telah dikonsumsi. Saat ini lanjut Abast, tersangka MS telah diamankan di Polres Kupang Kota.

Kepada penyidik, MS mengaku baru pertama kali menggunakan narkoba. Pihak penyidik terus melakukan pengembangan penyidikan untuk memastikan kasus ini dan kemungkinan keterlibatan pihak lainnya.

Atas perbuiatannya MS dikenakan Pasal 112 subsider Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun penjara.

Sementara itu, Ramaditya Handoko, Corporate Communication Lion Air Group mengatakan, manajemen Lion Air mengucapkan terima kasih kepada BNN dan pihak Kepolisian yang terus melakukan pemberantasan pengedaran dan penggunaan narkoba.

Menurutnya, Lion sangat mendukung termasuk pemberantasan penggunaan di kalangan awak pesawat. “Manajemen Lion Air melakukan pengecekan urine awak pesawat setiap pagi pada penerbangan perdana mereka sesuai ketentuan. Khusus untuk pilot juga dilakukan tes kesehatan setiap 6 bulan sekali,” kata Rama.

Ramaditya menjelaskan, MS telah bekerja di Lion Air sejak tahun 2014 dan mempunyai catatan kesehatan, serta sikap dan perilaku yang baik.

Jika yang bersangkutan terbukti sebagai pengguna maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan termasuk pemberhentian sebagai pegawai. “Tentunya kami akan pecat,” tegas Ramaditya. SIR

Share

Check Also

Heboh, Kapolsek di Sumut Diciduk Saat Penggerebekan 38 Kg Sabu!

thejak.co – Baru-baru ini netizen dibuat geger dengan penangkapan seorang Oknum Kapolsek Lolowau di Nias, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *