Rabu , 17 Januari 2018

Kursi Sekjen Golkar Jadi Rebutan

Ilustrasi

thejak.co – Setelah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato terpilih, kini posisi Sekretaris Jenderal jadi rebutan kader partai beringin.

Pengamat politik dari ?Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, setelah posisi ketua umum, kursi Sekretaris Jenderal juga menarik jadi rebutan para kader Golkar. Menurutnya, independensi Airlangga dan semangat pembaharuan Golkar diuji melalui posisi Sekjen tersebut.

“Independensi Airlangga dan semangat pembaharuan? Golkar akan diuji melalui posisi Sekjen,” kata Hendri, Rabu (20/12).

Hendri menilai, bila semangat pembaharuan lemah maka besar kemungkinan Idrus Marham akan terpilih lagi. ? Dan alangkah baiknya jika Golkar menunjukkan semangat pembaharuan dengan memilih sekjen baru.

“Sekjen bari harus memiliki kriteria muda, pekerja keras, loyal dan memiliki nilai tambah bila pernah memimpin daerah,” tuturnya.

?Menurut Hendri, tidak banyak kader Golkar yang memiliki kriteria muda, pekerja keras dan pernah memimpin daerah.

Lalu siapa yang tepat mengisi kursi Sekjen Golkar? Dikatakannya, Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi dapat menjadi pilihan Airlangga untuk mengisi posisi Sekjen.

“Dedi Mulyadi mungkin saja tepat untuk Sekjen. Bila bersanding dengan Airlangga bisa saling melengkapi karena kombinasi senior-muda dan tokoh nasional-daerah,” imbuhnya.

Bursa calon Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar ramai diperbincangkan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa ( Munaslub) Golkar. Sejumlah nama muncul termasuk, Idrus Marham ?yang digadang-gadang akan kembali menduduki jabatan tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pengurus Golkar baru yang dibentuk nantinya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan partai. Pengurus Golkar yang baru menurut Kalla, harus bersih sehingga citra partai Golkar pulih.

“Yang dibutuhkan seperti ingin Golkar bersih, visinya yang kredibel. Tentu orang-orangnya harus bersih terlebih dulu,” kata Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, kemarin.

Soal pengurus Golkar menurut Kalla bisa siapa saja, yang terpenting demokratis. Pengurus tidak otoriter dalam menjalankan roda organisasi.

“Kalau otoriter dia kan tidak bisa membentuk negeri demokratis kalau Golkar sendiri di dalamnya otoriter,” katanya.

Kalla secara tidak langsung mengatakan tidak aktif mengurusi partai Golkar. Menurutnya Golkar kini banyak memiliki kader muda yang potensial. “Itu pernah saya urus dulu Golkar lama, saya kira banyak yang muda-muda,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto akan mengakomodir seluruh faksi di dalam kepengurusan. Menurutnya, semenjak diri terpilih tidak ada lagi kelompok-kelompok di dalam Golkar.

“Sejak hari ini kita tidak punya kelompok-kelompok lagi. Yang ada sekarang Golkar? telah bulat,” kata Airlangga di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (20/12). DED

Share

Check Also

Kelakuan Dokter di Blitar ini Jangan Dicontoh

Thejak.co-Diduga memalsukan akta cerai dan akte nikah untuk menikah lagi, seorang dokter spesialis kandungan rumah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *