Jumat , 5 Januari 2018

PDI-P, PPP & Hanura Desak Audit Gedung Miring DPRD

thejak.co – Desakan agar dilakukan audit konstruksi serta anggaran terhadap terhadap gedung baru DPRD yang mengalami kemiringan tembok di lantai 11 makin menguat.

Setidaknya, sudah ada tiga fraksi yang mengusulkan dibentuknya panitia khusus (pansus) gedung miring senilai Rp 500 miliar. Ketiga fraksi tersebut PDI Perjuangan, PPP dan Hanura.

Seperti diketahui, gedung itu sendiri dibangun saat era Ketua DPRD dipimpin politisi Partai Demokrat Ferial Sofyan pada tahun 2012 silam.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mulai was-was dengan kondisi Gedung DPRD DKI Jakarta yang semakin hari keretakan dan kemiringanya semakin parah.

Prasetio pun meminta kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) Yuliadi agar memindahkan ruang kantornya yang berada di lantai 10. Sebab, Prasetio menjelaskan, tembok yang retak tersebut berada persis di atas ruang kerjanya. Tepatnya di lantai 11 gedung baru DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Atas alasan keselamatan, orang nomor satu di Kebon Sirih ini meminta ruang kerjanya tersebut untuk sementara dipindahkan, sampai perbaikan di lantai 11 tersebut dipastikan aman.

“Masak gedung baru dan semegah ini sudah mengalami keretakan, bahkan miring. Ini sangat berbahaya. Jangan sampai hal yang tidak kita inginkan terjadi,” kata Prasetio kepada wartawan, Rabu (20/12).

Selain itu,? menurut Pras panggilan akrabnya, persoalan tembok miring dan retak di lantai 11 gedung DPRD DKI Jakarta tidak cukup hanya dengan perbaikan.

Pras mendorong agar sebaiknya dilakukan audit menyeluruh, demi memastikan kantor wakil rakyat Jakarta yang baru dibangun pada tahun 2012 itu betul-betul aman.

“Selama dibenahi, saya juga mendorong agar pembangunan gedung ini diaudit, kok bisa bangunan ini mengalami kerusakan begini,” ungkap Sekretaris DPD PDI-P DKI ini.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Mohamad Ongen Sangaji  mendesak pimpinan dewan segera membentuk pansus gedung dewan.

“Saya minta pimpinan DPRD DKI bentuk Pansus gedung baru. Pansus harus dibentuk dan dilakukan untuk mengaudit konstruksi serta anggaran,” kata  Ongen kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Lulung Lunggana alias Haji Lulung juga angkat bicara. Ketua DPW PPP DKI ini mendesak, gedung yang menghabiskan anggaran Rp 500 miliar tersebut diaudit. Dengan begitu dapat diketahui jika ada penyimpangan dalam proses pembangunannya.

“Sebelum ada audit dan diketahui penyebab miring gedung tersebut, saya tidak mau menempati kantor di gedung baru,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah meninjau langsung tembok gedung DPRD DKI yang miring dan mengalami keretakan. Dia didampingi Kabiro Umum Setda DKI Jakarta Firmansyah.

“Kita semua lihat di sana ada retak, tembok di lantai itu miring 20 derajat dari siku,” ucap Anies baru-baru ini.

Sementara itu, Firmansyah mengatakan tembok di lantai 11 tersebut miring diprediksi karena tekanan udara dari mesin AC. Karena bahan tembok bukan beton, terdorong oleh udara yang berasal dari mesin pendingin udara.

Firmansyah menuturkan kontraktor yang membangun gedung tersebut adalah PT Jaya Konstruksi, dan sudah meninjau langsung dan akan segera memperbaikinya. JJ/SOF/BCR

Share

Check Also

Lelet Ajukan Permohonan Lelang, SKPD Hambat Pembangunan DKI

thejak.co – Leletnya pengajuan permohonan lelang dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pengguna anggaran berdampak ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *