Senin , 23 April 2018

Waspada, Menjelang Tahun Baru Marak Peredaran BBM Oplosan!

Polisi menunjukan ribuan liter Pertalite oplosan yang diamankan dari salah satu pelaku di Indramayu, Jawa Barat.

thejak.co – Bagi Anda pengguna kendaraan roda empat maupun roda dua hendaknya berhati-hati saat membeli bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, menjelang malam pergantian tahun marak beredar BBM oplosan.

Baru-baru ini pihak kepolisian Jawa Barat berhasil mengungkap praktik oplosan BBM jenis Pertalite di Indramayu, Jawa Barat.

Seorang pelaku berinisial MN (34) berikut barang bukti berupa ribuan liter bahan baku pembuatan BBM oplosan berhasil diamankan polisi.

Pelaku ditangkap di Blok Bugel RT 14 RW 06 Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Adapun barang bukti yang disita polisi berupa 29 drum berisi Konsendat, 1 buah kempu berisi 1.000 liter diduga Konsendat, 1 buah kempu berisi 500 liter diduga Konsendat, 1 buah jerigen berisi 20 liter minyak hasil olahan, 7 karung tepung kimia untuk pemurnian, 1 buah jerigen berisi 20 liter cairan warna hijau.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto menegaskan, kasus ini terjadi pada pertengahan Desember lalu. Dalam menjalankan aksinya, pelaku MN menyiapkan bahan baku Konsendat yang dicampur dengan Bleaching (bahan kimia). Kemudian campuran bahan baku itu diendapkan selama lima jam.

Selanjutnya, cairan bening hasil endapan campuran Konsendat dan Bleaching tersebut dipisahkan untuk dioplos dengan BBM jenis Pertalite. Biasanya 10 persen dari penjualan BBM Pertalite merupakan campuran dari Konsendat dan Bleaching.

“Misalnya ada konsumen yang pesan 20 liter Pertalite, pelaku lalu membelinya di SPBU dan dicampur dengan BBM Konsendat sebanyak 2 liter,” ujar Kapolda, Selasa (26/12).

Kapolda menambahkan, BBM Pertalite oplosan tersebut lalu dijual pelaku kepada SPBU mini di wilayah Indramayu seharga Rp 7.600 per liternya. Keuntungan yang didapat pelaku dari hasil oplosan BBM Pertalite ini mencapai Rp 8,4 juta perbulan.

Kapolda menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelaku, ia mendapatkan bahan baku Konsendat dan Bleaching dari PT Harindo Putra Jaya melalu pelaku ML yang masih buron.

Berkat hasil kerja sama keduanya, sebanyak 4,8 ton BBM Pertalite beredar di SPBU Mini Indramayu. “Kami masih mengejar pelaku lainnya yang diduga menyuplai bahan baku oplosan ini,” kataanya. Atas perbuatannya, para pelaku terancam 6 tahun penjara.

Sejumlah netizen mengaku geram dengan tindakan pelaku. Banyak netizen yang meminta agar pelaku dihukum yang seberat-beratnya.

“Hukum yang berat pak, jangan cuma enam tahun,” kata @hamdan. “Wah…jadi takut nih beli BBM di pinggir jalan dan pertamini,” kata @saifulloh. ”Salut buat polisi yang berhasil membongkar kasus ini. Sebaiknya di daerah lain juga pak,” kata @dewiyana. SIR

Share

Check Also

Media Asing Ramai-Ramai Beritakan Sampah di Laut Bali

thejak.co – Seorang penyelam asal Inggris, Rich Horner, baru-baru ini memposting video lautan di Nusa ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *