Kamis , 16 Agustus 2018

Waspada, Sindikat Pencabul Anak Marak di Jakarta

 

Ilustrasi

TheJak – Diduga terlibat eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, seorang Warga Negara Jepang yang berprofesi sebagai koki di sebuah restoran di Jakarta, diciduk polisi, Minggu (31/12/2017). Pria bernama Ando Akira (49) itu, terbukti mencabuli dua orang bocah di bawah umur masing-masing berinisial NC (12) dan JC (12). Kedua bocah penjual tisu itu digagahi pelaku di sebuah hotel kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menjelaskan, pelaku ditangkap setelah polisi menciduk empat anggota jaringan penjualan manusia. Keempatnya adalah Mamih Dinah (54) warga Cipadu Kota Tangerang, Ferent Wulansari (18) warga Cipete Utara Jakarta Selatan serta DM (17) dan S (20).

Warga asal Jepang yang menjadi tersangka kasus pedofil, Ando Akira (45) mendapatkan korbannya yang dijadikan pelampiasan nafsu seksual dari tersangka Mamih Dinah  yang berperan sebagai mami atau muncikari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, pembayaran untuk layanan jasa seks itu senilai Rp 1 juta untuk satu orang korban. Tersangka Dinah kemudian membawa korban tersebut ke hotel di kawasan Blok M.

“Kemudian tersangka Ando Akira ini di dalam hotel melakukan pencabulan terhadap kedua korban,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (3/1). Uang pemberian dari tersangka Akira ini kemudian diberikan kedua korban kepada mami Dinah. Uang hasil melayani Akira itu dipotong oleh sang mami. “Uang tersebut disetorkan ke Mami Dinah masing-masing sebesar Rp 400 ribu,” tutur Argo.

Argo mengatakan, polisi akan berkoordinasi dengan Kedubes Jepang terkait penahanan AA tersebut.
“Berkaitan dengan pedofil warga negara Jepang, tentunya dari Polres Jakarta Selatan sudah menahan yang bersangkutan dan kami sudah mengirim surat ke Kedutaan Jepang bahwa ada warganya yang melakukan tindak pidana,” ujarnya.

Polisi saat ini masih memeriksa Akira untuk mendalami seberapa sering pria yang juga koki ini menjadi pelanggan seksual anak jalanan yang dijual oleh para tersangka. “Ini masih kami dalami kembali apakah yang bersangkutan itu sering melakukan atau tidak. Dari keterangannya baru pertama kali ini. Tapi penyidik tidak begitu saja percaya dan akan mencari saksi-saksi lain apakah yang bersangkutan ada TKP selain TKP yang kemarin,” tandasnya.

Kasus ini langsung viral di media sosial. Banyak netizen yang meminta para orangtua untuk lebih berhati-hati dan waspada, jangan sampai ada anak di bawah umur yang lain menjadi korban. “Ini sudah sindikat, ada baiknya waspada. Jangan sampai anak Anda lepas dari pengawasan,” kata @lazuardi. “Mengerikan, hukum yang berat para pelaku,” kata @mami riri. “Astaghfirullah…ini kejahatan seksual luar biasa, pelaku harus dihukum yang seberat-beratnya. Bila perlu berlakukan hukum kebiri kepada para pelaku,” kata @almunawar. (SIR)

 

Share

Check Also

Krisis 98 Tak Akan Terjadi Meski Dollar Sentuh Rp 14.630

  THEJAK – Pakar Ekonomi dari Universitas Gajah Mada, A. Tony Prasetiantono mengatakan kondisi pelemahan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *