Senin , 18 Juni 2018

Kinerja Pansel Penerimaan PHL di Kepulauan Seribu Dipertanyakan

A Fuadi Yasin

 

Thejak.co-Kinerja panitia seleksi (pansel) penerimaan pekerja harian lepas (PHL) dilingkungan Kabupaten Kepulauan Seribu dipertanyakan. Pasalnya, sistem penilaian yang digunakan pansel tersebut dinilai tidak transparan dan cenderung subjektif.

A Fuadi Yasin, warga Kepulauan Seribu menyoroti proses rekrutmen PHL di Kecamatan kepulauan seribu selatan belum lama ini. Kuota PHL yang dibutuhkan sebanyak 10 orang. Sedangkan pelamar ada 12 0rang, 1 0rang tidak mengikuti test lapangan pada tanggal 14/12/3017 maka di anggap gugur, jadi tersisa 11orang. Maka harus tersingkir satu orang.

Panitia seleksi punya aturan main sampai 3 tahapan.Tahap pertama tes lapangan, ke dua tes tertulis dan terahir tes wawancara.Sistem nilainya pun langsung digabung tidak pertahapan.

“Yang jadi masalah ada (2 orang) yang tidak ikut tes pada tahap pertama tanggal 14/12/2017 (tidak mengisi daftar absensi) apakah itu dapat di katakan mengikuti test? Sedang tahap ke 2 dan ke 3 semua hadir (mengisi absensi) sebanyak 11 orang. Saya coba komunikasi dengan camat Agus Setiawan tidak pernah di angkat dan sms tak pernah di balas. Saya ingin meminta penjelasan kenapa Azwar Hamid tidak lolos?. Sedang tahapan semua di ikutin. Saat terakhir pak camat bilang untuk yang 2 orang tidak ikut tes bersama itu beda karena kerjanya di kapal boat,” ujarnya saat berbincang dengan The Jak, Kamis (4/1).

Fuadi menjelaskan Azwar Hamid merupakan PHL yang sudah 10 tahun lebih mengabdi di kantor kecamatan kepulauan seribu selatan kabupaten kepulauan seribu. Namun, saat proses rekrutmen PHL Azwar Hamid tidak lolos.

“Saya atas nama keluarga Azwar Hamid ingin tau tentang keabsahan panitia dalam menilai dan memberi schedule waktu pengetesan dan tidak ada nama ke 2 orang yang tidak ikut tes tahap pertama itu pisah dengan peserta lainya. Jadi saya duga ini istimewa sekali dan sementara yang lain benar-benar di tes dan seakan-akan memang sudah di rencanakan Azwar Hamid untuk tidak di pakai lagi sebagai PHL,” keluhnya.

Fuadi juga mempertanyakan alasan pihak panitia yang menilai Azwar Hamid malas sehingga tidak lolos seleksi.

“Patut dipertanyakan panitia dan camat menilai seseorang PHL. Karena ukuran malas itu paling tidak jika sudah di tegur dan di beri surat peringatan.Tapi itu tidak di lakukan oleh pihak kecamatan. Andai saja malas toh bisa di bimbing. Sekarang logikanya kerja sudah lama 10 tahun masa iya mereka gak paham tentang tugasnya,” ujarnya panjang lebar.

Dari kejadian ini, Fuadi menduga ‘ada skenario’ dari pihak tertentu agar ada peserta baru yang memang konon sudah disiapkan untuk menggantikan Azwar Hamid.

DRI

 

 

Share

Check Also

Jelang Pilgub Jabar, Elektabilitas Asyik Kalahkan Para Rivalnya

thejak.co – Koordinator Vox Populi Survei (VPS) Chaerudin Affan menyatakan hasil survei yang dilakukan lembaganya ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *