Kamis , 21 Juni 2018

Selingkuhan Veronica Lebih Ganteng dari Ahok

Ahok dan Veronica serta surat gugatan cerai yang beredar di medsos

thejak.co – Publik dibuat kaget dengan kabar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menggugat cerai istrinya, Veronica Tan. Tersiar kabar, perceraian tersebut dipicu lantaran perselingkuhan yang dilakukan Veronica Tan. Bahkan kabarnya, selingkuhannya tersebut lebih ganteng dibandingkan Ahok.

Selama menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mendampingi Joko Widodo sebagai gubernur kala itu. Tentu saja Ahok dekat dengan banyak kalangan termasuk pengusaha.

Apalagi, ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden RI, dan Ahok kemudian menjadi gubernur. Ia dan keluarga makin didekati banyak pengusaha dengan berbagai keperluan.

Tapi setelah Ahok akhirnya masuk penjara karena kasus penistaan agama.Tiba-tiba publik dikejutkan dengan beredarnya surat gugatan cerai kepada istrinya Veronica Tan.

Setelah sempat jadi perdebatan soal kebenaran surat itu, akhirnya diketahui memang itu asli. Muncullah bermacam dugaan penyebab penceraian mereka yang jadi pembicara publik hingga jadi trending topic di Twitter.

Termasuk dikaitkan adanya kedekatan istri Ahok dengan pria lain. Muncul kabar adanya pengusaha yang menjadi “pria idaman lain” dari Veronica Tan. Hal ini membuat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menggugat cerai istrinya itu.

Kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur mengakui ada masalah rumah tangga yang membuat kliennya harus menggugat cerai istrinya, Veronica Tan.

Namun, ia menolak menginformasikan penyebab gugatan cerai Ahok itu. Lalu, benarkah ada seorang pengusaha yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ahok dan Veronica Tan?

“Saya tidak tahu. Tunggu saja di persidangannya nanti,” kata Josefina, di kantor hukum Fifi Lety Indra and Partners, kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (8/1).

Bahkan saat ditunjukkan foto pengusaha yang diduga menjadi orang ketiga, Josefina hanya tersenyum. Pria tersebut diduga pendiri perusahaan penyedia makanan dan minuman.

Di kesempatan itu, Josefina mengatakan, pihaknya telah memasukan alasan Ahok menggugat cerai Veronica dalam berkas pendaftaran. Gugatan cerai itu didaftarkan pihak Ahok ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (5/1) lalu.

Josefina menyatakan, gugatan cerai dilayangkan Ahok karena didasari hal-hal yang bersifat sangat pribadi. “Ini ranah privat sekali,” ucap Josefina.

Meski begitu, Josefina membantah, alasan di balik Ahok menggugat cerai karena dugaan Veronica selingkuh. Yang jelas, ujar Josefina, alasan Ahok itu sudah disertakan dalam berkas gugatan yang didaftarkan.

“Saya enggak pernah bilang begitu (selingkuh). Dan di dalam gugatan kami jelas sekali alasannya apa,” ujar Josefina.

Namun demikian, Josefina enggan membeberkan apa pertimbangan Ahok melayangkan gugatan cerai. Dia juga enggan merespons hal-hal yang bersifat spekulasi atau baru sebatas rumor terkait alasan Ahok menggugat cerai istri yang sudah memberinya tiga anak itu.

“Saya enggak mau bicara rumor. Secara kode etik saya enggak bisa sampaikan,” ucap Josefina.

Josefina mengatakan, pihaknya tidak mau mengungkapkan alasan gugattan cerai karena proses ini masih sangat awal. Apalagi sebelum masuk ke persidangan, kedua pihak akan melewati tahap mediasi lebih dulu.

“Begini, dari pihak lawyer, enggak boleh ungkapkan apa dulu. Karena tadi bilang masih ada tahap mediasi. Takutnya berbaikan kita yang malu sendiri. Enggak bagus buka aib orang,” ujar Josefina.

Sementara Petugas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara bagian perdata, Tarmuzi memastikan bahwa surat gugatan cerai itu sudah sah, lantaran dirinya serta mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga sudah menandatangani dalam surat bermaterai Rp 6.000.

“Iya, saya yang tanda tangan, sudah ada juga tanda tangan Pak Ahok juga di atas surat bermaterai Rp 6.000,” ujar Tarmuzi, ketika ditemui di PN Jakarta Utara, Senin (8/1).

Ia mengungkap bahwa memang tidak banyak yang mengetahui perihal surat gugatan cerai oleh Ahok tersebut.

Hal itu, kata Tarmuzi, kemungkinan karena surat tersebut diajukan ke PN Jakarta Utara oleh perwakilan saja, bukan kuasa hukum Ahok, dan jelang tutup kantor PN Jakarta Utara.

Pengajuan surat cerai Ahok itu masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (5/1) sore hari, sekira pukul 14.30 WIB. Tarmuzi mengatakan bahwa tak terlihat kehadiran sang adik sekaligus pengacara Ahok, Fifi Lety Indra.

“Iya, sekitar setengah tiga sore (masuk surat gugatan cerai). Pas mau tutup. Dari grup adiknya Ahok (Fifi) tapi bukan adiknya. Rekannya,” pungkasnya.

Ahok saat ini tengah menghabiskan sisa masa hukuman di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat karena kasus penistaan agama. Ahok dihukum penjara dua tahun akibat kasus itu.

Ingin Cerai Sejak 2017

Niat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceraikan Veronica Tan tidak datang tiba-tiba. Pengacara Ahok, Josefina Agatha Syukur, menyebut pembicaraan tentang itu sudah terjadi sejak akhir tahun lalu.

“Pastilah (sebelumnya ada pembicaraan cerai). Kan tidak mungkin tiba-tiba muncul kuasa,” kata Josefina.

Josefina mengaku tidak ingat kapan persisnya pembicaraan itu dimulai. Yang pasti, Ahok dan Vero sudah membahasnya sejak akhir 2017. “Saya lupa kapan, tapi akhir 2017-lah,” ujarnya.

Menurut Josefina, dibutuhkan waktu yang lama membicarakan niat Ahok tersebut. “Ngomong langsung ke saya, klien ketemu. Saya ke Mako Brimob. Sampai berjam-jam, enggak bisa cuma satu jam,” tutur Josefina.

Dia mengaku tidak ingat persis berapa lama waktu yang dihabiskannya untuk membahas perceraian Ahok. Dia baru keluar Mako Brimob menjelang sore hari. “Ya lamanya enggak ingat saya. Cukup lama, tapi saya lupa lagi berapa lama. Dari pagi-lah sampai siang,” ucap dia.

Adapun poin yang diminta Ahok atas gugatan ke Veronica adalah perceraian dan hak asuh anak. Keseluruhannya tertulis dalam surat yang kini sudah diterima pihak perdata PN Jakarta Utara dan masih dalam proses.

“Ya kalau kami pengacara nggak mungkin buat tiba-tiba gugatannya. Pasti ada pertimbangan dulu. Kita mesti lihat dulu secara hukumnya boleh atau tidak. Dibenarkan ada segala macam atau tidak,” Josefina menandaskan.

Selain itu, dia juga meminta hak asuh anak. Gugatan itu dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pengacara Ahok, Josefina Agatha Syukur, mengatakan persoalan hak asuh anak yang diajukan wajar dalam sebuah proses perceraian. “Itu, kan, permintaan wajar,” ucap Josefina. HDS/RBN

Share

Check Also

FKPB Bareng Pospera & Pena 98 Banten Hadiri Rembuk Nasional 98

Thejak, FKPb- Forum Komunikasi Pemuda Batak ( Indonesia ) siap menghadiri Acara Rembuk Nasional 98 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *