Kamis , 21 Juni 2018

Warga Cibodas Tangerang Ngadu ke Komnas HAM

tHEJAK, Gusur-

Warga korban penggusuran  Panunggangan Barat, Cibodas kota Tangerang mendatangi  Komnas HAM, Selasa kemarin.  Mereka mengadu ke Komnas terkait penggusuran Pemkot Tangerang.  Apalagi Walikota Arif Firmansyah main gusur tanpa menunggu keputusan peradilan.

Menurut warga, sekitar 200 kepala keluarga dirugikan.  Komnas HAM sendiri sudah mengeluarkan pernyataan agar Pemerintah Kota Tangerang menunda penggusuran.  Dan, wajib melakukan audince terhadap warga.  ‘’Walikota tetap cuek. Malah tetap main gusur,’’ kata Heri, seorang warga. Warga sendiri  didampingi Forum Aksi Mahasiswa Tangerang dan Kongres Advokat Indonesia ( KAI ) .

Mohamad Taher, selaku Sekjen Forum Aksi Mahasiswa Tangerang juga meminta agar mendapat keadilannya jangan sampai kasus ini berlarut-larut sehingga menyebabkan terlantarnya warga korban penggusuran tersebut.

Warga yang mendatangi komnas HAM juga mengaku bahwa sudah mendapat surat yang menjelaskan bahwa pada tanggal 10 Januari 2018 akan dilakukan pemagaran di lokasi penggusuran oleh pihak pemerintah kota Tangerang. ‘’Kami semua merasa tidak tenang dengan akan dilakukan pemagaran di lokasi penggusuran, kami juga memikirkan bagaimana nasib anak dan cucu kami,’’  tegas Syaiful selaku perwakilan dari warga yang korban penggusuran saat melakukan pengaduan kepada komnas HAM.

Menurut keterangan kuasa hukum warga dari kongres Advokat Indonesia Ricky ,  sebelumnya sudah memberikan surat kepada pihaK BPN namun sampai saat ini belum juga mendapat jawaban atas surat tersebut. Padahal menurutnya kunci dari permasalahan ini adalah data yang harusnya diberikan oleh pihak BPN, dia juga mengatakan bukan hanya dari komnas HAM saja yang harusnya menangani kasus ini melainkan dari KPK sendiri harus ikut turun langsung karena dirasa adanya suatu kejanggalan atas kepemilikan tanah tersebut tegasnya.

Masih menurut Ricky jika pada tanggal 10 Januari tetap dilakukan penggusuran sama saja dengan matinya hukum serta nilai-nilai kemanusiaan di kota Tangerang karena belum memenuhi azas kepastian hukum. (ys)

 

Share

Check Also

FKPB Bareng Pospera & Pena 98 Banten Hadiri Rembuk Nasional 98

Thejak, FKPb- Forum Komunikasi Pemuda Batak ( Indonesia ) siap menghadiri Acara Rembuk Nasional 98 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *