Kamis , 21 Juni 2018

Jalan Layang Antasari Ditutup Minggu Pagi

thejak.co – Pemkot Jakarta Selatan, akan memanfaatkan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, sebagai sarana berolahraga bagi masyarakat. Pemanfaatan ini akan dilakukan pada Minggu, 14 Januari 2018, mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Tri Kurniadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan serangkaian persiapan agar kegiatan olahraga di JLNT berjalan lancar.

Persiapan tersebut seperti menyediakan sarana mobil toilet dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, serta mobil ambulan beserta tenaga medis dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan. Selain itu, ada juga organ

tunggal dari Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Selatan, dan beberapa pedagang binaan dari Suku Dinas KUKM dan Perdagangan Kota Administrasi Jakarta Selatan yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan Ok OCE , di Halaman Kantor Walikota Jakarta Selatan.

“Berbagai komunitas baik dari komunitas sepeda, lari, jalan santai, ataupun skateboard, akan turut hadir untuk meramaikan gelaran ini,” ujarnya, Kamis (10/1).

Tri Kurniadi juga menyampaikan, dalam sosialisasi kepada masyarakat, Kota Administrasi Jaksel melalui kelurahan-kelurahan di Jakarta Selatan, membuat spanduk pemberitahuan terkait adanya pemanfaatan JLNT Antasari sebagai sarana berolahraga.

“Diharapkan selama kegiatan berlangsung, masyarakat tetap tertib dan selalu menjaga lingkungan di sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan. Manfaatkan dengan sebaik-baiknya kegiatan positif ini,” tuturnya.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Christianto mengatakan, JLNT Antasari yang akan dijadikan sebagai sarana olahraga ini dari depan bayangkari (Mabes Polri) arah TB Simatupang sampai ujung JLNT Antasari arah TB. Simatupang (Cipete) sekitar 4.6 km.  Nantinya, JLNT Antasari akan ditutup di enam titik ploting yang telah ditentukan.

Yaitu depan Bhayangkari (Mabes Polri) arah TB. Simatupang, depan Bank Mandiri Syariah (Blok M) arah TB. Simatupang, depan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan arah TB. Simatupang, depan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan Arah Pattimura, depan Pasar Cipete Arah TB. Simatupang dan, depan Pasar Cipete Arah Pattimura

“Diperlukan sekitar 15 barrier untuk penutupan jalan di enam titik ploting yang telah ditentukan, dan 20 cone untuk pembatas antara lajur pesepeda dan lajur pejalan kaki,” kata dia.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Administrasi Jakarta Selatan Ujang Harmawan mengatakan, kegiatan di JLNT Antasari ini akan steril dari PKL.

“Kami akan patroli untuk mengantisipasi adanya PKL yang berdagang ataupun kegiatan lain di luar yang telah ditentukan,” tandasnya. RBN

Share

Check Also

Urus Rumah DP 0 Persen, Anies Lantik Mantan Pejabat Kementerian PUPR

thejak.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membentuk unit kerja baru khusus mengurusi program hunian down ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *