Senin , 20 Agustus 2018

Pembangunan Taman Papyrus Dinilai Asal Jadi

Taman Papyrus di Jalan Kebagusan Raya, Jaksel yang disorot warga.

thejak.co – Keberadaan Taman Papyrus di Jalan Kebagusan Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dipertanyakan oleh warga sekitar. Sebab, ruang terbuka hijau yang dibangun pada September-Desember 2017 lalu itu, kondisinya masih berantakan dan minim sarana dan prasarana.

“Kita enggak habis pikir lihat kondisi taman ini. Pembangunannya terkesan setengah hati. Boro-boro fasilitas yang memadai, itu akses jalan saja masih tanah dan becek,” kata Ernawati, warga Kebagusan, saat ditemui di lokasi, Selasa (24/1).

Selain itu, ia menilai pembangunan sarana dan prasarana taman juga asal-asalan dan berantakan. Ia menyebut pemasangan konblok untuk tempat jogging track, tidak maksimal karena tidak mengitari seluruh areal taman.

“Pemasangan konblok untuk jogging track cuma sepotong. Tempat duduk-duduk juga tidak banyak. Enggak seperti taman-taman lainnya,” keluhnya.

Aselih (57), warga sekitar yang juga penjaga lahan taman mengakui kalau pihak kontraktor tidak merampungkan pembangunan akses jalan dengan memasang konblok menuju areal taman.

Termasuk pembangunan pelataran parkir di depan taman. “Saya lupa nama perusahaannya. Katanya sih kebahisan uang makanya jalanan enggak dipasangi konblok,” ungkapnya.

Kepada Aselih, kontraktor mengaku, kalau dana pembangunan taman tersebut dibiayai APBD sebesar Rp 1,8 miliar. Selama pembangunan berlangsung, kata dia, konsultan maupun pejabat Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI hanya beberapa kali datang melakukan peninjauan.

“Orang Dinas Pertamanan Pak Sutikno pernah datang meninjau ke sini,” kata dia.

Sementara Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Kehutanan Jakarta Selatan, Yuswardi mengatakan, pembangunan Taman Papyrus merupakan kewenangan dinas dan didanai APBD 2017.

Sehingga pihaknya tidak mengetahui progres pembangunan hingga rampung. Namun, ia memastikan pemeliharaan taman tersebut nantinya akan menjadi tanggungjawab wilayah.

“Tapi sampai sekarang belum ada serah terima taman kepada kita di wilayah. Jadi  kita tidak tahu seperti apa pembangunannya di lapangan,” dalihnya. RBN

Share

Check Also

Kejati DKI Dalami Kasus Dugaan Kolusi Rehab Sekolah Rp 400 M

thejak.co – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, saat ini, membenarkan sedang melakukan pendalaman kasus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *