Minggu , 27 Mei 2018

Bamus Betawi Minta Mal Pasang Ornamen Betawi

TheJak – Bamus Betawi meminta kepada mal dan pusat belanja mendukung pengembangan budaya Betawi. bentuk dukungan itu misalnya, dipasang pernak-pernik Betawi.

Hal ini ditegaskan Ketua Umum Bamus Betawi Zainuddin. Pria yang akrab disapa Haji Oding ini melanjutkan, saat ini Bamus Betawi sedang memperjuangkan agar kebudayaan Betawi berkembang di kapungnya sendiri.

“Wajarlah kalau kita minya mal dan pusat belanja memberikan simbol budaya Betawi. Bisa pantun, ondel-ondel atau bir pletok,” ungkap anggota DPRD DKI Jakarta ini kepada wartawan.

Betawi kata Oding yang selama ini dianggap sebelah mata dan anak haram di Jakarta kini boleh berbangga hati. Sebab, kini Betawi telah ada Peraturan Daerah Provinsi I Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Perda tersebut ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 9 September 2015.

Perda tersebut juga disertai dengan lahirnya Peraturan Gubernur (Pergub) Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 229 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi.

“Sebelum lahirnya Perda dan Pergub, ada yang bilang Betawi seperti anak haram, nggak punya bapak-ibu. Pemerintah Daerah DKI saja belum mengakui Betawi sebagai Putra Asli Daerah,” kata Oding kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 19 Januari 2018
Simbol Betawi di Duit

Atas lobi Oding jugalah kesenian Betawi yakni Tari Topeng Betawi masuk dalam simbol uang Rp 100 ribu cetakan 2016. Lalu, eksitensi Betawi juga terlihat dari pahlawan M Hoesni Thamrin dalam uang pecahan Rp 2.000.

“Selama ini simbol Betawi terabaikan. Saya sebagai orang Betawi sangat miris. Padahal jika melihat sejarah, Betawi itu telah ada sebelum munculnya kerajaan Mataram dan Majapahit,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Umum Bamus Betawi yang membawahi sekitar 98 ormas Betawi, Oding terbilang maknyus. Dia mampu meredam gejolak ormas-ormas yang selama ini sering tegang.

“Kuncinya hanya dialog dan duduk bareng. Masalah sebesar apapun bisa selesai lewat dialog,” tegas pria yang tinggal di Pasar Minggu, Jaksel ini.

Dia melanjutkan, Bamus Betawi juga akan mendirikan Kampung Betawi di Pasar Seni Ancol serta museum Betawi dan masuknya pelajaran kebudayaan Betawi di sekolah. “Sedang kita perjuangkan. Doakan saja semua terwujud,” tukasnya.

Oding juga mengajak seluruh putra putri Betawi membangun tanah kelahirannya. Karena, tanpa dukungan semua pihak kebudayaan Betawi akan punah di telan jaman.

Presiden Joko Widodo saja kata Oding, sangat peduli dengan kebudayaan Betawi. Contohnya, masuknya Tari Topeng dalam uang Rp 100 ribu dan foto Pahlawan M Hoesni Thamrin di pecahan uang Rp 2.000 sebuah bukti kongrit.

Bahkan, saat Lebaran Betawi yang digelar Bamus Betawi, Jokowi ikut hadir. “Inikan sejarah, belum ada presiden yang mau hadir saat Lebaran Betawi. Nah, kehadiran Jokowi ini sangat penting buat kebangkitan Betawi,” tambahnya.

Belum lagi menurut Oding, Jokowi sering memakai adat atau simbol Betawi jika menyambut tamu mancanegara di Istana Negara.(NS)

Share

Check Also

Sah! Sandiaga Lantik Johan Nakhodai PD Dharma Jaya

thejak.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengangkat Johan Romadhon sebagai Direktur Utama PD Dharma Jaya menggantikan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *